Terkait Wisata RTH, Ini Usul Wakil Rakyat Katingan

faktakalimantan.co.id - KASONGAN - Objek wisata Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dibangun di kota Kasongan salah satu wisata baru dan sangat represe

Warga Desa Talingke Sampaikan Beberapa Usulan
Berharap PNS Katingan Makin Giat Bekerja
Kembangkan Industri Ikutan Bidang Kepariwisataan

FOTO : Anggota DPRD Katingan, Muhammad Efendi.

faktakalimantan.co.id – KASONGAN – Objek wisata Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dibangun di kota Kasongan salah satu wisata baru dan sangat representatif untuk dinikmati oleh masyarakat Katingan dan luar daerah lainnya.

RTH dibangun melalui Dana Reboisasi (DR) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Katingan tersebut bangunannya dibuat berbentuk jembatan kayu yang ditata seunik mungkin untuk menarik minat pengunjung bahkan jika pada malam diterangi hiasan lampu-lampu yang unik. Lokasinya terletak di sekitar kawasan Pintu Gerbang Masuk Kantor Bupati Katingan, Jalan Tjilik Riwut kilometer 3, Kasongan.

Namun demikian, masih banyak fasilitas lain yang masih perlu dibuat untuk memaksimalkan ruang rekreasi lainnya. Oleh sebab itu, dari kalangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Katingan menekankan kepada Pemerintah Daerah setempat agar mengembangkan ruang taman hijau (RTH) dengan terarah dan berkelanjutan kedepannya

“Dinas Lingkungan Hidup Katingan harus sematang mungkin melakukan pengembangan RTH-DR itu, meskipun secara perlahan namun tetap berkelanjutan,” ungkap Anggota DPRD Katingan, Muhammad Efendi, di Kasongan.

Dirinya menyebutkan bahwa salah satu yang patut menjadi perhatian adalah prasarana parkir kendaraan pengunjung, karena sejauh ini antusias masyarakat baik dari dalam maupun luar daerah sangat tinggi. Sehingga perlu antisipasi ruang parkir yang maksimal.

Karena menurut Legislator asal daerah pemilihan III ini, lokasi berdirinya RTH-DR sangat strategis, berada di akses jalan penghubung trans kalimantan. Sehingga tentu menjadi magnet tempat singgah pengendara yang melintas untuk membuang penat dan letih.

“Jangan sampai fasilitas itu hanya heboh diawal dan cenderung tidak diperhatikan lagi. Karena aset tersebut berpeluang menambah pendapatan asli daerah dan meninggal geliat ekonomi masyarakat sekitar,” ungkap Politikus Partai Demokrat ini. (na/hms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: