Penyataan Minum Darah Anjing Sebagai Bukti Orang Dayak, Macan Borneo Minta MADN Tindak Tegas Oknum DAD DKI

PALANGKA RAYA - Pernyataan meminum darah Anjing, Babi dan Ayam sebagai bukti menjadi Orang Dayak yang disampaikan Yopinus Jialim selaku Timanggung

Ini Klarifikasi RSUD Kuala Kurun Terkait Penetapan Suspek Covid-19 Kepada Rusmadiansyah
Hore, 19 Kelurahan di Palangka Raya Zona Hijau Covid-19
Sirajul Rahman Menilai Sapras Layanan Publik Perlu Diperhatikan

FOTO: Logo Macan Borneo Kalteng

PALANGKA RAYA – Pernyataan meminum darah Anjing, Babi dan Ayam sebagai bukti menjadi Orang Dayak yang disampaikan Yopinus Jialim selaku Timanggung Adat Dayak DAD
DKI Jakarta menuai kecaman sejumlah pihak. Pasalnya, pernyataan tersebut dianggap tidak berdasar dan melukai perasaan masyarakat suku Dayak.

Perkumpulan Masyarakat Cendikiawan Borneo (Macan Borneo) Kalteng salah satunya yang mengecam pernyataan meminum darah agar menjadi bukti sebagai orang Dayak. Pihak Macan Borneo meminta agar Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) mengambil sikap dengan memeriksa Yopinus Jialim dan menjatuhkan sanksi adat terhadap yang bersangkutan.

Hal ini disampaikan M.Soeparto selaku Ketua DPD Macan Borneo Kalteng. Ia menegaskan bahwa pihak MADN harus bersikap tegas dengan oknum pengurus DAD DKI yang telah secara sembarangan mengeluarkan pernyataan soal minun darah Ayam, Babi dan darah Anjing tersebut.

“Kita sudah membuat surat pernyataan sikap secara resmi ke MADN dan akan segera kami kirimkan. Kami meminta pengurus MADN menganbil tindakan tegas, karena apa yang disampaikan oknum pengurus DAD DKI tersebut dapat meresahkan dan menimbulkan kesalahfahaman masyarakat luar tentang masyarakat Dayak” ungkap pria yang akrab disapa Toto ini, Minggu (24/4/2023).

Dilanjutkannya, dalam surat yang akan dilayangkan ke MADN tersebut, tuntutan pihaknya agar Yopinus Jialim diberikan sanksi adat, juga agar yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka untuk masyarakat Dayak.

“Apa yang disampaikan pengurus DAD DKI tersebut berpotensi memecah belah masyarakat Dayak, termasuk di Kalimantan Tengah yang terdiri dari berbagai macam adat istiadat serta agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Dayak Kalteng” tegasnya.

Ia juga menambahkan, tidak dibenarkan menentukan seseorang sebagai Orang Dayak dengan meminum darah Anjing, Babi atau Ayam. Hal ini justru memicu pemahaman yang di masyarakat luas, bahkan dapat menjadi bumerang untuk masyarakat Dayak sendiri jika pernyataan Yopinus Jialim digunakan masyarakat luar untuk menguji masyarakat Dayak sendiri.

“Kami juga meminta agar yang bersangkutan diberhentikan sebagai pengurus DAD DKI, karena dengan sikap yang demikian tentu tidak layak berada di lembaga yang menaungi dan mengatasnamakan masyarakat Dayak” tegas Toto.

Pernyataan serupa juga disampaikan Mambang I Tubil selaku Tokoh Masyarakat Adat Dayak Kalteng yang juga pengurus DAD Kalteng. Ia sangat menyayangkan pernyataan oknum pengurus DAD DKI tersebut yang sangat tidak berdasar.

“Masyarakat Dayak, termasuk di Kalteng dilihat dari adat dan budayanya. Bukan identik dengan meminum darah, palagi meminum darah Anjing, Babi atau Ayam untuk membuktikan seseorang benar atau tidaknya berstatus suku Dayak” tegas Mambang.

Ia juga menambahkan, masyarakat Dayak Kalteng menjunjung tinggi falsafah Huma Betang yakni hidup dalam kebersamaan. Termasuk Belom Bahadat atau hidup beradat. Sehingga, pernyataan yang disampaikan oknum Pengurus DAD DKI tersebut menurutnya sangat tidak pantas.

“Oknum yang mengeluarkan pernyataan tidak berdasar soal meminum darah hewan tersebut harus menarik kembali pernyataannya dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Dayak” tegas Mambang.

Harus adanya penanganan dari MADN atas pernyataan dari oknum pengurus DAD DKI Jakarta juga disampaikan oleh Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak), Kota Waringin Barat (Kobar), Kalteng. MADN juga diminta untuk memberikan sanksi terhadap oknum tersebut atas pernyataannya yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

Wendi S Loentan selaku Ketua DPD Gerdayak Kobar menegaskan, apa yang disampaikan Yopinus Jialim selaku Pengurus DAD DKI sangat tidak pantas. Yakni membuktikan seseorang benar atau tidaknya berstatus sebagai orang Dayak dengan meminun darah Ayam, Babi atau Anjing.

“Masyarakat Dayak ada secara turun temurun, bukan dengan cara meminum darah seperti yang disebutkan untuk membuktikan sebagai orang Dayak” sebut Wendi.

Dilanjutkannya, masyarakat Dayak termasuk di Kalteng menjunjung tinggi adat dan budaya. Serta rasa kebersamaan yang kuat, meskipun dengan latar belakang agama yang berbeda.

“Orang Dayak juga memiliki berbagaimana agama dan keyakinan yang berbeda dan tetap saling menghargai seperti Falsafah Huma Betang” ungkap Wendi.

Sebelumnya, viral video pertemuan antara pengurus DAD DKI dengan Pesulap Merah atau Marchel Radival. Saat pertemuan tersebut, Yopinus Jialim selaku Pengurus DAD DKI mengeluarkan kata-kata “Kalau mau di tes, suruh dia minum darah Ayam, darah Bani, darah Anjing. Kalau dia mau, berarti dia Orang Dayak, kalau tidak mungkin tidak”

Atas beredaya video tersevut, Lawadi Nusah selaku Sekretaris Umum DAD DKI mengatakan bahwa Yopinus Jialim tersebut untuk orang-orang yang sering mengatasnamakan diri sebagai orang Dayak dalam menjalankan usahanya dalam menjual obat.

Lawadi mengatakan, intinya dalam pembicaraan terkait Dukun dan Pesulap yang jual obat mengaku orang Dayak diseputaran Jabodetabek padahal diduga yang jual obat itu bukan orang Dayak sehingga membuat Pak Yopinus Jailim Timanggong Adat Dayak DAD DKI Jakarta tersinggung dengan ucapan oknum ini dan menantangnya dengan minum darah jika memang oknum sang penjual obat itu orang benar-benar asli orang Dayak.

Tidak ada sama sekali untuk membahas keyakinan orang Dayak tetapi dalam dialog itu membahas kasus oknum tukang obat yang mengaku orang Dayak saat berjualan ditanjung Priok lokasi dekat dengan kediiaamannya. (bud)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!