Sepiring Lalapan Harganya Rp 30 Triliun. Emang Ada yang Mau Beli ? 

faktakalimantan.co.id - KUALA KURUN - Apa jadinya kalau seporsi lalapan sederhana dihargai puluhan triliun rupiah. Anda pasti tidak menyangka dan

Satlantas Polres Gumas Gencar Sosialisasi Protokol Kesehatan
Direktur Perusda Gunung Mas Perkasa Undurkan Diri
Bergandengan Tangan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

FOTO : Mariana (43) alias Bude Ndut pemilik warung paling mahal sejagat raya ketika diwawancarai, Minggu (14/4/2019).

faktakalimantan.co.id – KUALA KURUN – Apa jadinya kalau seporsi lalapan sederhana dihargai puluhan triliun rupiah. Anda pasti tidak menyangka dan menganggap konyol orang-orang yang rela hamburkan uang sebanyak itu demi sepiring makanan.

Namun kejadian itu benar-benar nyata dan cuma ada di Kabupaten Gunung Mas, tepatnya di Warung Madiun Jalan Sangkurun Nomor 72 Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun.

Warung dengan pelbagai menu, seperti nasi pecel, soto tulangan, tahu tek, ayam penyet, lalapan hingga gado-gadonya dihargai luar biasa mahal. Bahkan lalapan ayam dihargai berkali-kali lipat lebih mahal ketimbang gaji Cristiano Ronaldo di Juventus yang menyentuh angka Rp 536 miliar per tahun.

Mariana (43) mengatakan, dirinya telah berjualan sekitar lima tahun terakhir atau sejak 2014 lalu. Warungnya buka mulai pukul 08.00 WIB hingg 17.00 WIB.

“Di sini, makanan yang paling mahal adalah lalapan ayam dengan harganya Rp 30 triliun. Sedangkan menu lainnya berkisar miliaran hingga jutaan rupiah. Saya sengaja bikin harga tidak masul akal, tujuannya untuk menghibur masyarakat,” ungkapnya, Minggu (14/4/2019).

Meskipun harganya sangat fantastis dan diluar logika manusia, namun barang dagangannya itu selalu laris dibeli masyarakat.

“Kalo di sini, makanan seharga Rp 30 ribu itu sengaja kita plintir menjadi Rp 30 triliun atau miliar tergantung menu. Artinya sebatas candaan saja,” jelas Bude Ndut akrabnya.

Lantaran keunikan tersebut, selama ini dirinya mendapat beragam respon masyarakat. Bahkan didaulat sebagai warung paling mahal sejagat raya.

“Ada yang bilang unik, aneh bahkan sebagian orang spontan terkejut mendengar harga semahal itu. Namun itulah salah satu keunggulan dan ciri khas warungnya guna mengundang pelanggan,” katanya.

Konsep warung semacam itu merupakan ide yang dikembangkannya sendiri. Bukan cuma itu, dirinya juga dikenal interaktif dan suka melancarkan humor kepada para pelanggan.

“Tujuannya agar pelanggan tidak bosan saat menunggu pesanan makanan. Saya juga berencana mau bikin spanduk menu yang mencantumkan harga fantastis di depan warung,” pungkasnya. (agg)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: