Imbas Pengurangan Anggaran, Pemkab Jangan Berhutang

Faktakalimantan.co.id - BUNTOK - Penyediaan dana untuk penanganan wabah Virus Corona (Covid-19), kalangan DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel),

Pejabat dan ASN di Barsel Dilarang Menggelar Open House Idul Fitri 1444 Hijirah
Ini Tujuan Penyemprotan Disinfektan di Kota Buntok
PPAS APBD Barsel Tahun 2020 Ditetapkan Senilai Rp.1.173 Triliun

UNSUR PIMPINAN : Ketua DPRD Barsel Ir HM Farid Yusran MM beserta dua wakilnya saat memimpin rapat lanjutan rasionalisasi anggaran, Kamis (23/4/2020).

Faktakalimantan.co.id – BUNTOK – Penyediaan dana untuk penanganan wabah Virus Corona (Covid-19), kalangan DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), menyarankan kepada pemerintah kabupaten setempat, untuk tidak berhutang dengan bank.

“Kami minta Pemkab Barsel tidak berhutang dengan bank. Imbas pengurangan anggaran dari pemerintah pusat,” kata Ketua DPRD Barsel Ir HM Farid Yusran MM saat memimpin rapat lanjutan rasionalisasi anggaran, Kamis (23/4/2020).

Farid menegaskan, seharusnya pihak Pemkab Barsel, terutama tim anggaran, diminta jujur dan transparan dengan pihak legislatif.

“Seharusnya untuk menutupi kekurangan anggaran tersebut, tidak perlu berhutang dengan bank. Namun, cukup dengan menunda pembayaran multiyears tahun 2020 saja, karena pekerjaan multyears diyakini tidak selesai 100 persen akhir tahun ini,” tandasnya.

Senada dengan Farid, anggota DPRD Ensilawatika Wijaya, H Zainal, Nurul Hikmah, Idariani dan Ideham, juga meminta pemkab tidak berhutang.

“Karena hal itu akan membebankan anggaran, pada waktu mendatang.

Juga akan merugikan daerah Barsel. Oleh karena itu, sebaiknya memotong anggaran multiyears,” saran mereka.

Sementara itu, Sekda Barsel Eddy Purwanto mengatakan, bahwa berhutang ini adalah pilihan terakhir. Karena Pemkab Barsel juga sudah mengurangi sejumlah anggaran dari semua SOPD, sekitar 50 persen.

“Kondisi ini merupakan pukulan telak bagi kita, selain harus ada anggaran penanganan covid-19. Namun disatu sisi ada pengurangan anggaran dari pemerintahan pusat. Untuk menutupi kekurangan anggaran itu, kita terpaksa berhutang dengan bank sebesar Rp 89 miliar,” imbuhnya. (petu/agg)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!