Pemkab Barsel Diminta Perhatikan Nasib Siswa Pascakebakaran di Tarusan

faktakalimantan.co.id – BUNTOK – Ketua DPRD Barito Selatan, Ir. HM. Farid Yusran, MM, meminta agar nasib siswa dan bangunan SDN 1 Desa Tarusan, Ke

Polres Barsel Gelar Simulasi Sispam Mako
Seluruh Anggota DPRD Barsel Rapid Test Antigen
Ketua DPRD Barsel Dukung Masuknya Investor

Foto : Ketua DPRD Barsel, Ir. HM. Farid Yusran, MM

faktakalimantan.co.id – BUNTOK – Ketua DPRD Barito Selatan, Ir. HM. Farid Yusran, MM, meminta agar nasib siswa dan bangunan SDN 1 Desa Tarusan, Kecamatan Dusun Utara, yang turut terbakar pada Selasa (28/1/2020) kemaren, menjadi perhatian pemerintah kabupaten setempat.

Saran ini, disampaikan Farid saat ditemui oleh awak media di Kantornya, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya, penting bagi pemerintah daerah Barsel melalui instansi terkait, untuk segera memberikan perhatian bagi SDN 1 Tarusan, terutama bagi anak-anak didik di sekolah tersebut.

“Harus itu, kita sarankan kepada Pemkab untuk segera memperhatikan SDN 1 Tarusan itu, terutama anak-anak didiknya,” tukasnya.

Dilanjutkan politisi PDIP ini lagi, bentuk perhatian yang harus segera diberikan oleh Pemkab, adalah pendataan jumlah sarana dan prasarana sekolah yang ikut terbakar, penyediaan fasilitas belajar mengajar segera bagi para siswa serta yang paling penting adalah dukungan moral dengan kehadiran dan perhatian bagi para korban terutama anak-anak.

Hal ini, dikatakannya, sangat penting dilakukan agar para siswa tersebut dapat terus melaksanakan proses belajar mengajar tanpa menunggu untuk waktu yang lama.

“Kalau perlu bikin tenda darurat atau titipkan saja para siswa itu ke sekolah lainnya, supaya proses belajar mengajar mereka tidak terhambat,” sarannya.

Selanjutnya, ia juga mengingatkan kepada Pemkab agar SDN 1 Tarusan ini, nantinya dimasukkan kedalam prioritas pembangunan segera.

“Kita minta agar SDN ini nantinya jadi prioritas pembangunan segera,” ingatnya.

Tidak lupa, Farid juga menyampaikan imbauan kepada Pemkab, agar kedepannya, guna meningkatkan pengamanan terhadap aset daerah terutama bangunan Sekolah, supaya setiap penjaga sekolah yang ditugaskan, benar-benar merupakan orang yang berdomisili dalam lingkungan bangunan sekolah yang mereka jaga.

“Jangan lupa, ketika menempatkan penjaga sekolah, harus orang yang memang tinggalnya di lingkungan sekolah yang ia jaga, supaya lebih cepat tanggap kalau terjadi apa-apa. Jangan menempatkan penjaga sekolah di sini tapi tinggalnya di Buntok, misalnya gitu,” contohnya mengingatkan. (Petu/agg)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!