Pemprov Kalteng Usulkan Pembangunan Rumah Sakit, Jalan dan Pelabuhan

“Selain menyampaikan pembangunan infrastruktur di Kalteng yang sudah dibangun oleh Pemprov, juga mengusulkan sejumlah pembangunan atau proyek ke pemerintah pusat. Seperti infrastruktur menuju pelabuhan Sigintung dan Batanjung, rumah sakit tipe A hingga perpanjangan dan atau pelebaran run wai bandara Tjilik Riwut,” bebernya.

FaktaKalimantan.co.id, Jakarta - H. Sugianto Sabran bersama gubernur se Indonesia hadiri rapat bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasiona

Tomy Irawan Diran Minta Pemda Perbanyak Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Desa Derangga Seruyan Keluhkan Status Kawasan Desa Masuk Hutan Produksi
Perda dan Pergub DalKarhutla Perlu Disosialisasikan Secara Masif

FOTO : Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran saat hadiri rapat bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) di kantor Bappenas RI di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

FaktaKalimantan.co.id, Jakarta – H. Sugianto Sabran bersama gubernur se Indonesia hadiri rapat bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) di kantor Bappenas Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Dalam paparannya, Sugianto Sabran mengatakan bahwa Pemprov Kalteng mengusulkan sejumlah pembangunan kepada pemerintah pusat. Diantaranya pembangunan rumah sakit tipe A, infrastruktur menuju Pelabuhan Batanjung dan Sigintung, penanganan jalan di wilayah Pulang Pisau hingga perpanjangan landasan pacu Bandar Udara Tjilik Riwut agar dapat menjadi embarkasi haji.

“Selain menyampaikan pembangunan infrastruktur di Kalteng yang sudah dibangun oleh Pemprov, juga mengusulkan sejumlah pembangunan atau proyek ke pemerintah pusat. Seperti infrastruktur menuju pelabuhan Sigintung dan Batanjung, rumah sakit tipe A hingga perpanjangan dan atau pelebaran run wai bandara Tjilik Riwut,” bebernya.

Mengingat Provinsi Kalimantan Tengah miliki luas 1,5 kali Pulau Jawa, maka usulan prioritas Pemerintah Provinsi Kalteng terkait akses jalan menuju pelabuhan itu dapat terealisasi tahun 2021. Dengan kekayaan yang melimpah selama ini, tidak memiliki pelabuhan yang berfungsi sebagai outlet yang bisa meningkatkan perekonomian daerah.

“Termasuk penanganan jalan sepanjang 165 Km dari Pelabuhan Sigintung ke Kuala Pembuang ke Simpang Bangkal (jalan nasional), serta pembangunan jalan sepanjang 52 Km ke Pelabuhan Batanjung yang masih belum ada akses jalan. Nah Jalan ini sangat strategis dikarenakan menghubungkan Pelabuhan Batanjung dengan Jalan Nasional (Trans Kalimantan),” jelas Sugianto.

Gubernur muda ini menegaskan, penyelesaian ruas Jalan Missing link jalan lintas tengah Kalimantan Tengah – batas Kalimantan Barat sepanjang 80 Km juga perlu. Sebab cukup strategis lantaran isu keamanan yang berdekatan dengan batas Indonesia dan Malaysia, serta membuka keterisolasian masyarakat pedalaman Kalteng dan Kalbar..

“Perpanjangan landasan pacu Bandara Tjilik Riwut dari Panjang 2.500 meter menjadi 3.000 meter, dengan lebar 45 meter, agar bisa di darati pesawat berbadan lebar. Ini untuk mendukung pengembangan Bandara Tjilik Riwut menjadi embarkasi haji penuh dan untuk mendukung kelancaran investasi bernilai ekspor. Termasuk juga, pembangunan baru Bandara Sebuai, dimana lahan yang dicadangkan seluas 2.500 hektare guna mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), terutama hilirisasi industri sawit di wilayah barat Provinsi Kalimantan Tengah,” ucap Sugianto.

Mengenai yang lain, tambah Sugianto Sabran, pembangunan Bendungan Muara Joloi untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 284 Mega Watt juga sangat diperlukan untuk masyarakat. Dimana Proyek tersebut strategis menjamin Kemandirian dan Ketahanan Energi berkelanjutan.

“Berikutnya usulan Pengembangan RSUD Doris Sylvanus menjadi Tipe A. Dimana saat ini RSUD Doris Sylvanus merupakan rumah sakit rujukan di Kalimantan Tengah jenis tipe B. Selama ini banyak pasien dari Kalimantan Tengah harus dirujuk ke rumah sakit di luar Kalteng khususnya ke Pulau Jawa,” pungkasnya. (gb/agg).

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!