Tingkatkan Pengetahuan Petani Karet

TAMIANG LAYANG - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Barito Timur (Bartim) terus berupaya meningkatkan kapasitas atau pengetahuan para petani. Sala

Bupati Pimpin Diskusi Penyempurnaan Draf Raperda Persampahan
DPRD Bartim Mulai Bahas Raperda Pajak Daerah
Inspektorat Bartim Bakal Terus Awasi Pengelolaan Anggaran Desa

WAWANCARA : Kepala Dinas Pertanian Bartim Ir Riza Rahmadi MM, saat menyampaikan keterangannya kepada awak media.

TAMIANG LAYANG – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Barito Timur (Bartim) terus berupaya meningkatkan kapasitas atau pengetahuan para petani. Salah satu caranya dengan menggelar Sekolah Lapangan.

Seperti yang dilakukan terhadap petani karet.  Sekolah lapangan itu untuk memberikan pengetahuan kepada petani karet agar dapat mengatasi berbagai macam penyakit yang dapat menyerang pada tanaman karet.

Kepala Distan Bartim Ir Riza Rahmadi, mengatakan sekolah lapang yang dilaksanakan pihaknya dengan peserta dari petani yang berusaha dibidang perkebunan karet, di Desa Janah Jari,Kecamatan Awang. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari yakni, tanggal 10-11 Oktober 2019.

“Peserta yang ikut ada sebanyak 30 orang petani dari 2 kelompok tani dari Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui dan Desa Janah Jari,Kecamatan Awang,” katanya kepada awak media, kemarin (11/10/2019).

Riza menjelaskan, karet merupakan salah satu komoditas utama para petani pekebun diwilayah setempat. Oleh sebab itu, sebutnya Dinas Pertanian terus berupaya mendukung usaha para petani. Salah satunya dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan para petani karet. Yakni dengan memfasilitasi sekolah lapang bagi petani.

“Untuk meningkatkan pengetahuan serta mendukung usaha tani. Para petani diberi pengetahuan tentang pengenalan, pengamatan dan pengendalian jamur akar putih tanaman karet,” timpalnya.

Menurut Riza, jamur akar putih pada tanaman karet jika sudah memasuki stadium tiga dan stadium empat sulit untuk ditangani. Petani perlu pengetahuan cara pengendaliannya.

Sebelum mencapai stadium tersebut. Maka diberikan pemahaman pada petani-petani, karena banyak petani ketika menebang pohon karet yang terserang jamur akar putih, langsung diganti dengan tanaman karet muda.

“Padahal hal itu sangat riskan terserang kembali jamur akar, karena akar tanaman yang lama masih tersisa dalam tanah,” ungkapnya.

Sekolah lapang dilakukan di Desa Janah Jari ini, agar petani lebih dekat lokasi kebun sebagai contoh untuk belajar tentang jamur akar putih, karena Desa Janah Jari, merupakan lokasi yang tanaman karetnya paling banyak diserang jamur akar putih.

“Pemateri sekolah lapang dari Balai Perlindungan Tanaman Palangka Raya dan juga diikuti penyuluh lapang dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Patangkep Tutui dan Kecamatan Awang,” tandasnya. (vri)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!