Wali Kota Sebut Masyarakat Belum Mengerti Pentingnya Depo Sampah

PALANGKA RAYA,GK-Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia menilai, bahwa pemahaman masyarakat tentang pentingnya keberadaan serta peruntukan depo sampa

Hapus Stigma Negatif Bagi ODHA
RAPI Kalteng Gelar Muswil Luar Biasa
Rekrutmen Anggota Polri Dahulukan Bintara Bidang Kesehatan

PALANGKA RAYA,GK-Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia menilai, bahwa pemahaman masyarakat tentang pentingnya keberadaan serta peruntukan depo sampah masih kurang. Kenyataan itu kata dia dapat dilihat, dari masih kurangnya dukungan ketika pihak Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya ingin membuat depo sampah dengan mencari lahan disekitar kawasan lingkungan masyarakat.
“Saya sejak lama meminta para lurah dan camat untuk mencari lahan yang dapat dijadikan tempat depo sampah, dengan cara membeli lahan yang didapat. Namun para lurah dan camat mengeluhkan betapa sulitnya mendapatkan lahan yang diharapkan itu. Kendalanya, masyarakat Kota Palangka Raya masih belum memahami benar konsep dari depo sampah,”ungkap Riban saat acara peresmian Taman dan Pusat Kuliner Tunggal Sangomang, Senin (5/2) yang lalu.
Wali kota melihat, masyarakat belum mengerti dimana mengira peruntukan depo sampah sama dengan tempat pembuangan sementara (TPS). Dengan asumsi sampah akan berhamburan atau meluber kemana-mana yang dapat menjadi sumber penyakit. Pemikiran itulah yang membuat masyarakat enggan untuk menjual lahannya sebagai tempat dibangunnya depo sampah.
Padahal, dibangunnya depo sampah fungsinya tidak demikian, melainkan akan membantu masyarakat itu sendiri dalam banyak hal
“Depo itu tempat menaruh kontainer, sampah dimasukan kedalam kontainer oleh petugas yang kemudian selanjutnya diangkut ke TPA km 14 Jalan Tjilik Riwut. Disisi lain pembangunan depo, tentu dilakukan sedemikian rupa dengan tembok yang tinggi serta didesain dengan taman. Nah, inilah yang kurang dimengerti,”tandas Riban
Perlu diketahui lanjut dia, depo sampah bentuk bangunananya akan jauh sekali bedanya dengan TPS-TPS yang tersebar dilingkungan masyarakat.
“Tapi, itulah terkadang memang sulit menjelaskan dan meyakinkan masyarakat,”tukasnya lagi
Sejak beberapa tahun terakhir sampai dengan tahun 2018 ini lanjut Riban, semangat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk membangun banyak depo sangat tinggi. Tapi untuk mengimplementasikan masih mengalami kesulitan terutama soal mencari lahan untuk pembangunannya.
“Sampai saat ini Palangka Raya hanya memiliki 3 depo sampah. Padahal alangkah bagusnya bila disetiap kelurahan minimal ada satu sampai dua depo sampah. Kedepan kita berharap ini dapat terwujud,”tutupnya.sog

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!