Hari Batik Nasional, Riska Tekankan Makna Filosofis di Balik Setiap Corak

Faktakalimantan.co.id, Palangka Raya - Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Riska Agustin, mengajak masyarakat untuk terus melestarik

Perhatikan Asupan Gizi Selama Pandemi
PAD Menurun, Legislator Desak Pembenahan BUMD Kalteng
Tingkatkan Literasi, Anggota DPRD Kalteng Dorong Program Gemar Membaca Bagi Para Pelajar

Waket I DPRD Kalteng Riska Agustin.

Faktakalimantan.co.id, Palangka Raya – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Riska Agustin, mengajak masyarakat untuk terus melestarikan batik sebagai identitas bangsa. Peringatan Hari Batik Nasional, menurutnya, menjadi momentum untuk mengingatkan kembali makna mendalam yang terkandung dalam setiap helai kain batik.“Setiap corak batik bukan hanya sekadar hiasan indah, tetapi juga menyimpan kisah sejarah, filosofi kehidupan, dan kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Di balik setiap goresannya, ada doa, harapan, serta identitas bangsa yang diwariskan,” tulis Riska di akun Instagram pribadinya Kamis, 3 Oktober 2025.

Ia menekankan bahwa batik bukan hanya produk budaya, melainkan karya seni yang sarat nilai. “Dari generasi ke generasi. Mari kita jaga, lestarikan, dan banggakan batik sebagai warisan budaya dunia yang menjadi simbol persatuan dan kebanggaan Indonesia,” ujarnya.

Riska menilai, keistimewaan batik terletak pada makna filosofis yang melekat di tiap corak. Bukan semata kain untuk dikenakan, melainkan identitas bangsa yang merekam sejarah, doa, serta harapan para leluhur.

Dalam peringatan Hari Batik Nasional tahun ini, ia mendorong masyarakat untuk semakin bangga mengenakan batik dalam berbagai kesempatan. Menurutnya, sikap itu merupakan wujud nyata kecintaan sekaligus kontribusi menjaga warisan budaya.

“Batik bukan hanya sekadar kain, melainkan karya seni yang penuh makna. Di setiap coraknya tersimpan doa, harapan, serta kearifan lokal yang diwariskan leluhur,” ucapnya.

Riska menutup pesannya dengan ajakan agar Hari Batik Nasional dirayakan bukan sekadar seremonial, melainkan kesempatan memperkuat persatuan bangsa melalui kebanggaan atas warisan budaya. (RN)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!