Pemkab Kotim Diminta Prioritaskan Anggaran Pendidikan

SAMPIT - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Sihol Parningotan Lumban Gaol meminta pemerintah daerah prioritaskan anggaran un

Pergelaran Sampit Expo Tahun 2018 Resmi Ditutup
Perketat Keamanan Di Kotim Dan Semua Kades Pantau Warga Pendatang Baru
Bupati Minta Warga Kotim Buang Sampah pada Depo

FOTO : Anggota DPRD Kotawaringin Timur Dapil I, SP. Lumban Gaol (kemeja biru).

SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Sihol Parningotan Lumban Gaol meminta pemerintah daerah prioritaskan anggaran untuk mengatasi permasalahan pendidikan di daerah ini.

“Sebagai wakil rakyat saya mengingatkan agar dalam membelanjakan APBD membuat pertimbangan yang kuat. Kenapa saya katakan demikian, karena saya masih melihat sektor pendidikan kita di Kotim perlu perhatian lebih,” kata Gaol, Senin, 3 Juli 2023.

Dirinya memantau berlangsungnya penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tahun ini. Dia menerima sejumlah laporan dari orang tua bahwa anaknya tidak dapat diterima di sekolah terdekat karena kuota penerimaan terbatas.

Gaol khawatir anak-anak tidak dapat mengenyam pendidikan, terlebih saat ini PPDB menggunakan sistem zonasi. Asrtinya siswa diterima sebuah sekolah apabila tempat tinggalnya berada di radius tertentu dari sekolah.

Jika sekolah terdekat tidak dapat menerima mereka karena over kapasitas, otomatis karena sistem zonasi maka sekolah negeri yang jaraknya jauh tidak menerima.

“Seperti contoh di seputaran Perumnas Pembina banyak yang tidak diterima di SMPN 1 Sampit maupun di SMPN 2 Sampit. Mereka mencoba mendaftar ke SMPN 4 Sampit, tetapi ternyata sudah melebihi kapasitas,” tandasnya.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur harus memikirkan solusi agar anak-anak nyaman dalam belajar. Minimal, bagaimana agar sekolah over kapasitas itu dapat menampung lebih banyak siswa. Atau jika memungkinkan untuk pembangunan satuan pendidikan baru.

“Anak-anak ini generasi penerus kita, bagaimana pun pendidikan mereka harus kita perhatikan. Maka dari itu alabgkah baiknya jika anggaran diprioritaskan untuk sarana prasarana pendidikan,” ujarnya.

Dia menambahkan setiap pembelanjaan daerah harus dipikirkan matang-matang kebermanfaatannya bagi masyarakat. Jika kurang bermanfaat, lebih baik dialokasikan untuk pendidikan.

“Saya mengkritisi ini bukan berarti tidak mengapresiasi setiap terobosan yang sudah dilakukan. Namun saya juga ingin agar kesusahan warga kita menjadi bagian dari perhatian pemerintah dan sekaligus bagian dari prioritas pembangunan,” demikian. (ag)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!