Marak Penipuan AI, OJK Kalsel Gelar Roadshow Edukasi di Universitas Sapta Mandiri

FAKTA KALIMANTAN.CO.ID, PARINGIN - Maraknya penipuan transaksi keuangan ilegal yang kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi perha

Polsek Rungan Salurkan Bantuan Beras
Pelaku UKM Antusias Daftar BPUM 
Forum Komunikasi Lurah Dikukuhkan


FAKTA KALIMANTAN.CO.ID, PARINGIN – Maraknya penipuan transaksi keuangan ilegal yang kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan.

Menyikapi ancaman tersebut, OJK menggandeng perguruan tinggi sebagai garda terdepan literasi keuangan melalui roadshow edukasi yang digelar di Aula Gedung Dua Universitas Sapta Mandiri (Univsm), Selasa (10/2/2026).

Kegiatan ini menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap modus penipuan yang semakin canggih, termasuk penyalahgunaan figur publik melalui teknologi AI.

Senior Manager Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Kalsel, Andika Prassetia, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan OJK yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

“Roadshow edukasi ini berfokus pada upaya penanganan, pencegahan, dan pelaporan transaksi penipuan keuangan ilegal yang saat ini sudah sangat marak, baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujar Andika.

Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 kerugian akibat penipuan transaksi keuangan di Kalimantan Selatan telah mencapai Rp50,8 miliar. Angka tersebut menjadi dasar kuat bagi OJK untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke lingkungan akademik.

“Karena itu OJK menggandeng semua stakeholder, mulai dari ASN pemerintah daerah, sektor swasta, hingga perguruan tinggi. Di Universitas Sapta Mandiri ini kami melibatkan seluruh sivitas akademika agar memahami cara pencegahan dan pelaporan, serta dapat membantu masyarakat di lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Menurut Andika, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat penyebaran informasi dan edukasi, terutama dalam menghadapi penipuan digital yang terus berkembang. Sepanjang 2026, roadshow ini akan menyasar seluruh wilayah Banua Anam hingga Kalimantan Selatan bagian timur.

“Roadshow pertama tahun 2026 ini akan terus berlanjut ke seluruh wilayah Banua Anam, dengan agenda terakhir di Kabupaten Tabalong yang menyasar tenaga medis. Selain itu, OJK juga merencanakan roadshow kedua ke wilayah timur Kalimantan Selatan, termasuk Kotabaru,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andika memaparkan bahwa laporan masyarakat yang diterima OJK tidak hanya berasal dari sektor jasa keuangan berizin, tetapi juga dari aktivitas ilegal. Untuk sektor tidak berizin, terdapat tiga modus penipuan yang paling sering dilaporkan.

“Pertama adalah aktivasi coretax, kedua pemadanan KTP digital, dan ketiga penipuan berbasis kecerdasan buatan atau AI,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pemanfaatan AI dalam penipuan menjadi ancaman baru karena pelaku dapat dengan mudah memanipulasi kepercayaan korban.

“Ada yang menggunakan figur seperti Baim Wong dan Raffi Ahmad untuk meyakinkan korban. Ini sangat berbahaya dan perlu diwaspadai,” tegas Andika.

OJK pun mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melapor jika menjadi korban, karena kecepatan pelaporan sangat menentukan peluang penyelamatan dana.

“Jika masyarakat sudah terlanjur menjadi korban, segera laporkan ke platform yang disediakan OJK dan Satgas PASTI melalui iasc.ojk.go.id. Kecepatan dan ketepatan pelaporan akan memperbesar peluang dana yang sudah ditransfer dapat diselamatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Sapta Mandiri, Desak Putu Butsi Triyanti, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi kampus dalam membentengi sivitas akademika dari kejahatan keuangan digital.

“Kegiatan ini menjadi pengingat bagi sivitas akademika agar lebih bijak, cermat, dan waspada dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan, sekaligus memahami cara pencegahan dan pelaporan penipuan,” ujarnya.

Ia berharap, kampus dapat berperan sebagai agen literasi keuangan yang mampu menyebarkan pemahaman kepada masyarakat luas.

“Pengetahuan yang diperoleh dosen dan mahasiswa dapat disebarluaskan kembali di lingkungan kampus maupun masyarakat, serta menjadi awal penguatan kolaborasi antara Universitas Sapta Mandiri dan OJK dalam program literasi keuangan ke depan,” tutupnya. ( Diki/Rtm)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!