FAKTAKALIMANTAN.CO.ID - PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono, meminta pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaa

Foto : Kondisi jalan nasional Ampah – Tamiang Layang yang saat ini mengalami kerusakan parah dan membahayakan pengendara di sejumlah titik.
Pasalnya, kata Purdiono ruas jalan tersebut saat ini mengalami kerusakan parah, dan dinilai sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Menurut dia, jalan Tamiang–Ampah merupakan akses vital bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga kerap memicu kecelakaan lalu lintas yang bahkan hampir terjadi setiap pekan.
“Jalan Tamiang menuju Ampah sudah tidak memenuhi standar. Semestinya harus direkonstruksi kembali, di samping kualitas dan kapasitasnya juga perlu diperhatikan. Saat ini kondisinya sempit dan tidak memungkinkan kendaraan berselisihan dengan aman, sehingga perlu perbaikan sekaligus pelebaran,” katanya, Selasa (6/1/2026).

Foto : Anggota DPRD Kalteng, Purdianto.(ist)
Ia mengungkapkan, baik DPRD maupun Pemprov Kalteng telah berulang kali menyampaikan permintaan kepada pemerintah pusat agar memperhatikan ruas jalan nasional tersebut. Namun hingga kini, perbaikan menyeluruh belum juga terealisasi.
Purdiono juga menyinggung kebijakan pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) yang berdampak pada kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan infrastruktur.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran secara langsung dalam bentuk pembangunan fisik, khususnya untuk perbaikan jalan nasional di Kalteng.
“Kita ini sudah dikurangi DBH oleh pemerintah pusat, sehingga harapan kita anggaran itu dikembalikan dalam bentuk pembangunan. Tidak harus uang, tapi pembangunan jalan nasional di Kalteng benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Disisi lain Purdiono menekankan bahwa perbaikan jalan nasional Tamiang–Ampah akan memberikan dampak positif yang luas, terutama bagi kelancaran distribusi barang, aktivitas ekonomi masyarakat, serta konektivitas antar kabupaten bahkan antar provinsi.
“Jika jalannya mulus, tentu akan berdampak pada kelancaran perekonomian dan mengurangi angka kecelakaan. Kita juga berharap perbaikan tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan kualitas dan kapasitas jalan,” pungkasnya.(red)
COMMENTS