Target PAD Masih Belum Tercapai

FAKTAKALIMANTAN.CO.ID,TAMIANG LAYANG- Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Barito Timur, Franz Sila menjelaskan dalam sisa waktu sat

Langgar Aturan, Bupati Bartim Setop Aktivitas PT. GSM
Luas Tanam Padi di Kabupaten Barito Timur Capai 3 Ribu Hektare
Bupati Minta Awasi Dunia Pendidikan

FAKTAKALIMANTAN.CO.ID,TAMIANG LAYANG- Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Barito Timur, Franz Sila menjelaskan dalam sisa waktu satu setengah bulan hingga akhir desember 2019, kemungkinan perolehan Pendapatan Asli daerah(PAD) hanya mencapai sekitar 78,29 persen atau sebesar Rp.54.444.467.576.

“Untuk bulan Oktober 2019 pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp. 45.370.389.646 atau baru 62,25 persen dari target yang ditetapkan, yakni sebesar Rp.69.533.960.371,” ucapnya rabu (13/11).

Franz menambahkan, ada berapa kendala yang dihadapi sehingga peroleh PAD belum bisa mencapai target, diantaranya wajib pajak masih banyak yang belum miliki ijin, baik itu izin usaha produksi atau izin mendirikan bangunan yang dapat mempengaruhi sektor pajak mineral bukan logam, pajak sarang burung walet dan usaha parkir atau penitipan sepeda motor atau mobil karyawan perusahaan.

“Wajib pajak dalam membayar pajak daerah, memberikan laporan keuntungan bersifat tafsiran atau bukan berdasarkan pembukuan,” ujarnya menambahkan

Menurutnya, masih kurangnya tingkat kejuaraan wajib pajak dalam hal membayar pajak rumah makan, pajak hiburan, pajak hotel dan juga pajak sarang burung walet, untuk pembayaran pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2), masih banyak masyarakat yang belum sadar pajak, banyak objek pajak yang sudah dijual ke perusahaan sehingga masuk HGU perusahaan, katanya.

“Selain itu banyak wajib yang tidak diketahui karena tidak melapor apabila ada perpindahan objek pajak akibat transaksi maupun hibah,” timpalnya.

Franz ingin menambahkan pencapaian target retribusi daerah belom juga tercapai, hal itu disebabkan retribusi pergantian biayaya cetak peta sampai saat ini belom ada realisasi dan laboratorium milik dinas lingkungan hidup belum terakrediasi.

” Penyewaan gedung dan aula tidak dapat dimaksimalkan serta fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan dan sound sistem masih belum reprensentatif,” pungkasnya. (ag)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!