Perwakilan Kemenag Kalteng Hadiri Natal Nasional di TMII

FAKTAKALIMANTAN.CO.ID - JAKARTA – Kepala Kementerian Agama (Kamenag) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Penjabat Kepala Bidang Bimas Kristen Pdt Jiyo

Anak Perlukan Asupan Gizi Seimbang di Masa Pertumbuhan
TPK Hotel Bintang 2019 Turun
Waduh, BPOM Palangka Raya Temukan Pemalsuan Kosmetik Merk Pond’s

Foto : Kepala Bidang Bimas Kristen Kemenag Kalteng, Pdt. Jiyono bersama Ketua Umum LPPD Kalteng, Guntur Talajan dan Sekretaris Umum LPPD Kalteng, Walter Punding saat menghadiri undangan Natal Nasional Kementerian Agama Republik Indonesia.(ist)

FAKTAKALIMANTAN.CO.ID – JAKARTA – Kepala Kementerian Agama (Kamenag) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Penjabat Kepala Bidang Bimas Kristen Pdt Jiyono, menghadiri undangan Natal Nasional Kementerian Agama Republik Indonesia.

Turut hadir bersama Pdt Jiyono dalam undangan Natal nasional tersebut Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalteng, Guntur Talajan dan Sekretaris Umum LPPD Kalteng, Walter Punding.

Natal Nasional Kementrian Agama RI yang dibalut dengan penyelenggaraan Festival Kasih Nusantara Tahun 2025 tersebut, berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (29/12/2025).

Kepala Bidang Bimas Kristen Kemenag Kalteng, Jiyono menuturkan, perayaan ini menjadi momentum memperkuat nilai kasih, persaudaraan, dan moderasi beragama, serta semangat inklusif “Natal For All” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Disebutkan, acara ini diawali dengan Ibadah Natal Bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristen dan Katolik Kemenag beserta keluarga serta perwakilan pimpinan Aras Gereja Nasional, para Pendeta, para Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK), Panitia Natal Nasional, Mahasiswa Kristen dan Katolik, serta umat Kristen dan Katolik mulai dari anak sekolah Minggu sampai lansia di Jakarta dan sekitarnya.

“Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan Festival Kasih Nusantara 2025: C-LIGHT – Christmas, Love in God, Harmony Together, yang dihadiri oleh sekira 2.500 peserta lintas agama, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha,” tutur Jiyono.

Sementara itu mengutif dari berbagai sumber Menteri Agama dalam sambutannya mengatakan, perayaan Natal Kemenag ini adalah yang pertama kali dilakukan sejak Republik Indonesia hadir.

“Malam ini kita membuat sejarah, selama ini rekan-rekan kita dari Katolik dan Kristen mengadakan Natal masing-masing, tapi kali ini kita coba menghimpun energi kebersamaan,” kata Menag.

“Pelaksanaan Natal ini dilakukan dalam suasana keprihatinan sekaligus membuktikan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar, bahwa kalian tidak sendiri, semua sesama warga bangsa ada bersama kalian, buktinya tiada Natal kali ini tanpa doa kepada Anda semuanya,” jelasnya.

Menag bercerita saat hadir dalam rangkaian Natal di Sorong, Papua Barat Daya, selain berdoa, umat juga mengumpulkan bantuan bagi saudara-saudaranya yang ada di ujung barat Indonesia.” Inilah Indonesia,” tegasnya.

Dalam Laporannya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, mengatakan bahwa Ibadah Natal Bersama dan Festival Kasih Nusantara ini dihadiri sekitar 2.500 undangan secara langsung serta diikuti secara daring

Perayaan Natal bersama Kemenag ini dilaksanakan secara khusus oleh aparatur sipil negara yang beragama Kristen dan Katolik. Menurut Dirjen, rangkaian kegiatan perayaan Natal Kemenag merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan kerukunan umat beragama, cinta kemanusiaan, layanan keagamaan berdampak, serta ekoteologi.

“Kegiatan ini menjadi komitmen kami untuk terus memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan melalui aksi nyata lintas iman,” ujarnya.

Dirjen menambahkan sebelum puncak Festival Kasih Nusantara digelar pihaknya juga telah melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya jalan sehat lintas agama di Jakarta dan Sorong, santunan kepada anak panti asuhan lintas agama, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar C-LIGHT di Surabaya, Manado, dan Sorong, aksi kasih bagi korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Bersih-bersih rumah ibadah di Bandung, dan Peluncuran Buku Ekoteologi dan Panduan Kurikulum Berbasis Cinta bagi siswa Kristen.

Festival ini menjadi ruang ekspresi budaya, pelayanan, dan kesaksian iman yang merefleksikan semangat persatuan dalam keberagaman. Perayaan dimeriahkan dengan beragam penampilan seni dan budaya dari berbagai daerah, antara lain paduan suara dan orchestra, tarian daerah, angklung, kolintang, barongsai, serta penampilan solois dari guru agama, dosen, dan peserta didik. Seluruh rangkaian penampilan ini memperkaya pengalaman perayaan iman yang inklusif dan penuh kebersamaan.

Perayaan Natal Kementerian Agama Tahun 2025 dirangkaikan pula dengan semangat “Natal For All” narasi inklusif yang menegaskan bahwa perayaan kasih dan harmoni Natal terbuka bagi seluruh elemen bangsa tanpa melihat latar belakang budaya, sehingga menjadi momentum memperkuat kerukunan umat beragama dan kerjasama sosial yang nyata.

Melalui rangkaian perayaan Natal Tahun 2025 ini, Kementerian Agama berharap nilai kasih, kepedulian, persaudaraan, dan semangat “Natal For All” semakin menguat serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkokoh kerukunan umat beragama dan persatuan bangsa. (Pem/*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!