Bullying di Sekolah, Sudarsono: Orang Tua Harus Berani Laporkan

Faktakalimantan.co.id, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Sudarsono menyoroti maraknya kasus perundungan (bullying) di lin

DPRD Dorong RPJMD 2025–2029 Lebih Inklusif
Sektor Pertanian Jadi Penopang Ekonomi
Terkait PSBB Polda Kalteng Bersama Forkompinda Dan Akedemisi Berikan Pernyataan Sikap

Anggota DPRD Kalteng, Sudarsono.

Faktakalimantan.co.id, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Sudarsono menyoroti maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Ia meminta pihak sekolah dan orang tua untuk lebih tanggap serta tidak menutup-nutupi jika terjadi kasus serupa di kalangan siswa.Menurut Sudarsono, sekolah memiliki tanggung jawab utama dalam menangani persoalan perundungan yang menimpa peserta didik.

“Kalau itu yang bertanggung jawab adalah sekolah yang bersangkutan. Dan masyarakat kalau hal ini mengalami anak-anaknya, putra-putrinya, jangan disembunyikan, artinya jangan ditutup-tutupi. Segera sampaikan terutama kepada pihak sekolah untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Sudarsono, Sabtu, 4 Oktober 2025.

Ia menegaskan, persoalan bullying tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kondisi psikologis anak.

“Dan ini perlu penanganan serius karena ini menyangkut kejiwaan anak. Jadi ini hal yang tidak bisa dianggap sepele juga. Kalau itu terjadi maka sekolah harus segera mengetahui hal ini dan segera harus mengambil tindakan,” katanya.

Sudarsono juga mengingatkan orang tua untuk tidak ragu melapor kepada pihak berwajib apabila diperlukan penanganan yang lebih serius.

“Kedua, orang tua jangan segan-segan menyampaikan persoalan ini kepada bila perlu turun (lapor) ke pihak berwajib kalau memang perlu penanganan yang serius. Ini dampak secara psikologis, itu hal yang penting untuk segera ditangani,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbukaan dan tindak lanjut dari semua pihak menjadi kunci agar kasus perundungan tidak berlarut.

“Kita dukung upaya-upaya, jangan sampai persoalan ini tidak dibuka, tidak di-follow up juga, karena ini menyangkut perkembangan persoalan anak,” tutur Sudarsono. (rn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!