SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus berkomitmen menaikkan mutu dan pemerataan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Salah

FOTO : PLT Kadisdik Kotim, M. Irfansyah.
SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus berkomitmen menaikkan mutu dan pemerataan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Salah satu upayanya adalah pemerataan mutu pendidikan di setiap jenjang pendidikan di seluruh Kotim. Serta mendorong siswa yang berada di daerah pedalaman agar tidak putus sekolah.
“Kita akan fokus untuk pemerataan pendidikan hingga ke pedalaman Kotim,” ucap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kotim Irfansyah, Senin (12/7/2023).
Ia menyebut, kondisi pendidikan di daerahnya sudah semakin baik. Hal itu dapat dilihat dari dua variabel pendidikan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dipaparkan Guru Penggerak berapa waktu lalu.
“Mereka terus bergerak dalam menjalankan program guru penggerak ini hingga ke pelosok desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kewenangan pengelolaan jenjang pendidikan di Kotim dibagi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Untuk jenjang SD dan SMP pengelolaannya berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten. Sementara jenjang SMA sederajat kewenangannya berada di bawah pemerintah provinsi. Kendati demikian pihaknya terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan di setiap jenjang pendidikan di seluruh Kotim
“Kita akan fokus pemerataan pendidikan baik itu jenjang SD dan SMP yang memang kewenangan daerah, maupun jenjang SMA yang menjadi wewenang provinsi,” tandasnya.
Lanjutnya, tidak jauh berbeda dengan penyebab anak putus sekolah, rupanya beberapa hal tambahan juga menjadi salah satu penyebab masalah pendidikan Kotim. Khususnya di daerah pedalaman, pasalnya Daerah pedalaman mempunyai kondisi geografis yang cukup ekstrem, yang bisa menyebabkan masalah jaringan internet ke sekolah sekolah yang terhambat.
Selain prasarana juga minat sekolah anak sangat minim karena kurangnya dorongan dari lingkungan sekitar.
“Dari berbagai masalah-masalah pendidikan tersebut pihaknya tentu untuk lebih memperhatikan kondisi ini. Karena daerah pedalaman tentu juga ingin menempuh pendidikan yang sama seperti halnya pendidikan di kota-kota besar,” demikian Irfansyah. (ag)
COMMENTS