Pelaku UKM di minta perhatikan potensi lokal

faktakalimantan.co.id - KUALA KURUN - Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Untung J. Bangas menyoroti terkait pengembangan potensi pengembangan usah

Terus Belajar Untuk Menambah Pengetahuan
Polres Gumas Sosialisasi Lantas di SMAN-1 Kurun
Truk Angkutan Diharapkan Tidak Langgar Batas Tonase Jalan

FOTO : Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Untung Jaya Bangas.

faktakalimantan.co.id – KUALA KURUN – Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Untung J. Bangas menyoroti terkait pengembangan potensi pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerahnya.

Politikus Partai Demokrat itu meminta, para pelaku UMKM setempat untuk lebih berkembang dan lebih kreatif. Sehingga usaha yang dimiliki dapat terus maju.

“Kreatif di sini artinya pelaku UMKM penting menciptakan produk bernilai jual dari bahan baku yang banyak tersedia di daerah kita,” ungkapnya, Senin (14/10/2019).

Menurutnya, saat musim panen buah tiba maka harganya menjadi sangat murah. Tak jarang ada buah yang tidak laku terjual sehingga menjadi busuk dan menyebabkan kerugian. Hal tersebut harusnya bisa menjadi peluang usaha baru yang dapat dikembangkan oleh pelaku UKM dengan berusaha mengolahnya kembali dengan bermacam bentuk olahan baru.

“Jika kreatif, hasil panen buah yang melimpah tersebut bisa diolah menjadi dodol atau keripik, sehingga memiliki nilai jual lebih dan tidak terbuang percuma karena busuk,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan, banyak potensi daerah yang belum dibuka luas dan hal tersebut perlu diperhatikan, contoh lainnya dalam pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang dapat diolah sehingga memiliki nilai jual. Untuk itu sangat penting bagi masyarakat memiliki kreativitas dan mau berinovasi.

“Agar potensi sekitar, secara pengolahannya tidak kalah dari daerah lainnya, serta dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat lokal,” tuturnya.

Dirinya mengharapkan, nantinya para pelaku UMKM di Gunung Mas tersebut tidak hanya terpaku menjadi pelaku UMKM tersier atau penyalur produk, melainkan juga menjadi pelaku UMKM kategori primer atau produsen.

“Secara regulasi perkembangan pelaku UKM daerah ini selalu dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri, tanpa ketergantungan bahan baku dari luar daerah,” terangnya. (Agg)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!