DPRD Kalteng Soroti Keracunan MBG di Palangka Raya

Faktakalimantan.co.id, Palangka Raya - Kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa 27 siswa SDN 3 Bukit Tunggal, Palangka Raya

Helmi Tekankan Pentingnya Ekosistem Ekonomi Digital
Sampah & Ruang Hijau Jadi PR Kalteng
Tuntut Wakil Rakyat Kalteng Tolak Wacana 3 Periode Jokowi

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari

Faktakalimantan.co.id, Palangka Raya – Kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa 27 siswa SDN 3 Bukit Tunggal, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), kembali memantik sorotan dari DPRD setempat. Para siswa dilaporkan mengalami mual, sakit perut, hingga muntah-muntah setelah mengonsumsi burger MBG dengan saus yang telah kedaluwarsa pada Kamis, 4 September 2025 lalu.Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, menilai kasus tersebut harus menjadi peringatan agar menu MBG tidak didominasi makanan ultra proses. Ia mencontohkan burger dan roti sebagai makanan yang tidak ideal untuk mendukung peningkatan gizi siswa.

“Burger itu kan makanan ultra proses, junk food. Apakah itu layak? Roti itu termasuk makanan ultra proses yang dapat mengurangi nilai gizi,” ujar Ansyari, Kamis, 02/10/2025.

Politikus Partai Gerindra ini juga menekankan pentingnya standar kelayakan dapur dalam program MBG. Menurut dia, para pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus benar-benar dilatih menyiapkan menu tinggi nutrisi dan teliti memilih bahan baku makanan.

“Kami berupaya mengawasi agar program pusat seperti ini tidak disalahgunakan. Mitra BGN jangan hanya mengejar keuntungan, tetapi harus memperhatikan standar kelayakan dapur, higienitasnya, karena tidak mudah menyiapkan ribuan porsi setiap harinya,” katanya.

Selain itu, Ansyari meminta masyarakat segera melapor jika menemukan kasus keracunan terkait program MBG. Laporan tersebut, kata dia, sangat penting untuk bahan evaluasi pemerintah.

“Segera dilaporkan, itu menjadi evaluasi buat SPPG. Harus ada evaluasi, seperti kekurangan bahan dan lain-lain,” tutur Ansyari. (rn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!