Dua Siswanya Meraih Prestasi Tingkat Internasional, Ini Harapan Kepala SMAN 2 Palangka Raya

FAKTAKALIMANTAN.CO.ID - PALANGKA RAYA - Dua orang siswa SMA Negeri 2 Palangka Raya sukses mencatatkan prestasi di ajang internasional Remegoti Aie

Cabut Pernyataan Dugaan Perbuatan Tidak Senonoh, Oknum Guru Sampaikan Permintaan Maaf ke Oknum Pejabat Barut
Irwasda Polda Kalteng Tinjau Vaksinasi Massal di Bartim
Balon Wabup Kapuas, Agati Selesai Jalani Tes Kesehatan Dengan Lancar

Foto : Dua siswa SMAN 2 Palangka Raya, Josh Richard William Simanjuntak dan Muhammad Afgahry berhasil memboyong medali emas dan perak pada olimpiade sains internasional.

FAKTAKALIMANTAN.CO.ID – PALANGKA RAYA – Dua orang siswa SMA Negeri 2 Palangka Raya sukses mencatatkan prestasi di ajang internasional Remegoti Aiesyal Bidang Ilmu Sosial di Jakarta. Setidaknya dua medali, yakni emas dan perak berhasil dibawa pulang.

Siswa SMAN 2 Palangka Raya yang sukses mengukir prestasi tersebut, Josh Richard William Simanjuntak yang meraih medali emas dengan penelitian produk teh hijau berbahan dasar daun pandan.

Sementara itu, Muhammad Agfahry berhasil membawa pulang medali perak, dengan penelitian mengenai manfaat air di batang pisang.

Foto : Kepala SMAN 2 Palangka Raya, M. Rifani mengaku sangat bangga dengan prestasi yang ditorehkan dua anak didik mereka di ajang olimpiade sains internasional.

Pencapaian ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Palangka Raya, M. Rifani yang menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut sebagai buah dari kerja keras siswa, guru pembina dan dukungan orang tua.

“Anak-anak kita luar biasa sekali. Kami sangat mengapresiasi persiapan mereka yang didampingi guru-guru hebat serta dukungan penuh dari orang tua,” kata Rifani, Jumat (23/5/2025).

Menurutnya, proses penelitian yang dilakukan para siswa berlangsung antara satu hingga dua bulan. Mereka tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja) yang menjadi bagian dari 46 kegiatan pengembangan diri di sekolah.

“Di SMA Negeri 2 ini kami memang mengembangkan KIR sebagai ruang siswa untuk mengasah potensi di bidang ilmiah, seiring dengan mata pelajaran yang mereka minati,” ujarnya.

Rifani menambahkan, meskipun ide penelitian berasal dari para siswa, pihak sekolah tetap memberikan arahan dan pendampingan secara intensif.

“Anak-anak sangat kooperatif. Mereka memulai penelitian sendiri dan didampingi oleh guru-guru yang selalu mendukung pengembangan potensi mereka,” katanya.

Ajang Remegoti Aiesyal sendiri merupakan kompetisi internasional yang mempertemukan para peneliti muda dari berbagai negara untuk mengembangkan inovasi berbasis sosial sains.(red/ist)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!