Tren Positif UMKM Kuliner Jadi Penopang Ekonomi Lokal

Faktakalimantan.co.id, Palangka Raya - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner kembali menunjukkan pertumbuhan yang menggembir

DPRD Kalteng Soroti Keracunan MBG di Palangka Raya
Kesehatan Warga Pedalaman Jadi Prioritas
Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Bartim Prioritaskan Spot Rusak

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Helmi

Faktakalimantan.co.id, Palangka Raya – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner kembali menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Helmi, menilai tren positif ini didorong oleh semakin besarnya dukungan kepada pelaku usaha serta meningkatnya keberanian masyarakat dalam berinovasi.“geliat UMKM kuliner menjadi salah satu indikator kuat bangkitnya perekonomian masyarakat setelah melalui berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir,”ucap Helm

Menurut Helmi, dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga pendamping, memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kreativitas tanpa takut menghadapi kendala teknis maupun permodalan.

“Dukungan UMKM kuliner terus meningkat, dan warga semakin berani berinovasi,” ujar Helmi singkat, Senin (24/11/2025).

Helmi menjelaskan bahwa hasil inovasi masyarakat dapat dilihat dari banyaknya produk kuliner baru yang hadir dengan konsep menarik, mulai dari makanan khas lokal hingga menu fusi yang mengikuti selera pasar modern.

“Menilai bahwa perkembangan ini tidak hanya memperkaya pilihan kuliner di Kalteng, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi generasi muda yang ingin memulai bisnis,”tuturnya.

Menurutnya, platform digital turut memberikan dampak besar bagi UMKM kuliner, di mana pemasaran menjadi lebih luas dan penjualan dapat diakses oleh konsumen tanpa batasan lokasi.

Helmi menyebut bahwa pelaku usaha kini tidak lagi hanya bergantung pada kunjungan fisik ke kedai, tetapi telah memanfaatkan media sosial, marketplace, hingga layanan pesan antar untuk memaksimalkan penjualan.

“Pemerintah daerah perlu terus memberikan pendampingan dan pelatihan, sehingga UMKM tidak hanya berkembang dalam jumlah, tetapi juga dari segi kualitas produk,”imbuhnya.

Pendampingan tersebut mencakup manajemen usaha, pengolahan pangan yang higienis, teknik pemasaran digital, hingga pengemasan produk yang lebih profesional.

Selain itu, ia meminta agar akses permodalan untuk UMKM dibuat lebih mudah dan terjangkau, terutama bagi pelaku usaha baru yang masih membangun pondasi bisnisnya.

“Meyakini bahwa dukungan modal yang tepat dapat meningkatkan daya tahan UMKM menghadapi persaingan, serta memberi ruang bagi mereka untuk mengembangkan usaha ke tingkat yang lebih besar,”tegasnya.

Ia juga menilai bahwa dukungan dari masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlangsungan UMKM, karena preferensi lokal yang kuat dapat menjadi pasar stabil bagi produk kuliner daerah.

Iapun berharap tren positif ini terus terjaga, sehingga sektor kuliner dapat menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan.

“Meningkatnya keberanian warga untuk berinovasi serta semakin kuatnya dukungan dari berbagai pihak, ia optimistis UMKM kuliner di Kalimantan Tengah akan terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,”tandasnya. (Wid/RN)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!