Jalan Nasional Rusak Parah, DPRD Minta Penanganan Cepat

Faktakalimantan.co.id, Palangka Raya - Kalimantan Tengah kini menyandang predikat yang tak membanggakan. Berdasarkan Data Kondisi Ja

Warga Seruyan Minta Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Amin Jaya – Rantau Pulut
DPRD Didesak Ratusan Tekon Perhatikan Nasib Mereka
DPRD Kalteng Minta Pemda Terlibat Aktif Awasi Program Cetak Sawah Nasional

Anggota DPRD Kalteng Abdul Hafid.

Faktakalimantan.co.id, Palangka Raya – Kalimantan Tengah kini menyandang predikat yang tak membanggakan. Berdasarkan Data Kondisi Jalan 2025 dari Direktorat Jenderal Bina Marga, provinsi ini menempati posisi pertama dengan jalan nasional rusak terpanjang di Indonesia, mencapai 191,56 kilometer. Urutan kedua ditempati Kalimantan Timur dengan 186,20 kilometer, dan Papua Barat di posisi ketiga dengan 172,76 kilometer.

Menyikapi hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, mendesak pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) agar segera turun tangan memperbaiki infrastruktur vital tersebut.

“Jalan nasional sangat parah sekali. Pemerintah pusat harus memberikan perhatian apalagi hampir enggak ada (jalan nasional) yang bagus,” ujar Hafid, Senin, 10 November 2025.

Lubang menganga di mana-mana, terutama saat musim hujan, memperparah risiko kecelakaan. Hafid menekankan agar perbaikan dilakukan secepat mungkin.

“Lubang di mana-mana apalagi musim hujan tingkat kerusakan jalan sangat parah sekali. Segera diperbaiki agar jangan sampai ada kecelakaan lalu-lintas,” katanya.

Politisi Fraksi PAN ini juga mengkritik sikap BPJN yang dinilai tertutup dalam memberikan informasi kepada media terkait kondisi jalan tersebut.

“Harusnya mereka memberikan pendapat, ya sampaikan aja pendapat. Mestinya BPJN itu menyampaikan, apa kendalanya supaya masyarakat juga tau. Kan cuman memberikan informasi,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, ia menyayangkan sikap instansi vertikal seperti BPJN yang enggan terbuka kepada publik. Menurut Hafid, keterbukaan informasi penting agar masyarakat memahami kondisi nyata di lapangan.

“Mestinya disampaikan kondisinya seperti apa, kendala-nya apa, supaya masyarakat paham. Menunggu ini sampai kapan?” tuturnya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!