Kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Barat telah mencapai 2.418,10 hektare hingga Selasa (29/9/2026). Asap yang dihasilkan tidak lagi hanya mengganggu aktivitas darat, tetapi sudah berdampak langsung pada penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
BPBD Kobar menyebut titik panas yang terdata mencapai 12.108, dengan konsentrasi lokasi terbanyak di Kecamatan Arut Selatan dan Kumai. Pemadaman difokuskan antara lain pada ruas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama yang api dan arealnya meluas dari sekitar KM 14 hingga KM 27.
“Dari jumlah tersebut terdapat sebanyak 12.108 hotspot,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel. Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, titik penanganan juga berada di Desa Tanjung Terantang. Pemadaman akan terus difokuskan pada titik kebakaran yang berpotensi meluas dan menghasilkan asap.
“Kebakaran di lokasi tersebut sebelumnya terjadi di kilometer 14, namun kini meluas hingga KM 27,” ujarnya.
Dampak paling konkret terlihat di Bandara Iskandar. Jarak pandang turun di bawah 2.000 meter dan menjadi salah satu pertimbangan operasional penerbangan.
Kepala UPBU Kelas II Iskandar Pangkalan Bun Asri Alie membenarkan gangguan tersebut.
“Kondisi jarak pandang atau visibility di Bandara Iskandar berada di bawah 2.000 meter,” jelas Asri.
Pada Senin (28/9) sore, tiga penerbangan Batik Air dibatalkan, masing-masing tujuan Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Satu penerbangan juga disebut kembali ke bandara asal di Jakarta setelah kondisi jarak pandang tidak memungkinkan penerbangan dilanjutkan.
“Selama jarak pandang belum memenuhi batas keselamatan, keputusan operasional penerbangan harus tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan awak,” ujar Asri.(din/*)









