Aktivitas panen sawit di Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, berubah menjadi insiden konflik manusia dan satwa. Seorang warga bernama Yana, 25 tahun, diserang beruang saat memanen sawit pada Minggu, 27 September 2026.
Korban mengalami luka gigitan pada paha kiri dan pergelangan tangan kanan. Setelah kejadian, korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah kemudian bergerak ke lokasi. Petugas menemui korban, melakukan pengecekan lingkungan dan memasang perangkap untuk menangani keberadaan satwa tersebut.
Kepala Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, mengatakan petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.
“Setelah mendapat laporan terkait adanya warga yang diserang beruang, langsung menuju ke Desa Purbasari,” kata Handi. Selasa (29/9/2026).
BKSDA juga memasang perangkap sebagai bagian dari penanganan. “Tim kami juga melakukan pemasangan perangkap beruang di lokasi,” ujarnya.
Petugas memperkirakan satwa yang dilaporkan menyerang warga adalah beruang madu dewasa. Namun, umur pasti satwa belum diketahui karena informasi tersebut masih berdasarkan keterangan warga.
“Kami masih memantau pergerakan satwa dan meminta warga tidak melakukan penanganan sendiri jika beruang kembali terlihat,” pintanya.
Menurutnya, aktivitas warga di sekitar kebun perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan karena satwa liar dapat berpindah ketika habitatnya terganggu.
Konflik semacam ini menjadi perhatian konservasi karena satwa liar dapat memasuki area perkebunan ketika ruang jelajahnya bersinggungan dengan kawasan aktivitas manusia.
Lutung merah, misalnya, merupakan salah satu satwa asli Kalimantan yang habitatnya dapat bersinggungan dengan kawasan perkebunan. Jenis ini juga tercatat terancam oleh kehilangan hutan, kebakaran, perburuan dan perdagangan satwa liar.(din/*)









