Beranda›Barito Timur
Barito Timur

Pencarian Berakhir Tragis, Lansia Ditemukan Tewas Terbakar di Bartim

Petugas Inafis Polres Barito Timur melakukan identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan dalam kondisi terbakar.

Seorang perempuan lanjut usia berusia 72 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh terbakar di area kebun karet RT 005, Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Selasa (27/10/2026) malam. Hingga Rabu (28/10/2026), penyebab kematian korban belum dipastikan dan masih dalam penyelidikan kepolisian.

Perempuan berinisial M tersebut ditemukan setelah keluarga dan warga melakukan pencarian karena korban tidak berada di pondok kebun karet maupun di rumahnya. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian, memeriksa saksi-saksi, dan mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan informasi kepolisian, pencarian bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Seorang warga bernama Yusuf mendatangi pondok kebun karet untuk mencari korban. Namun, korban tidak ditemukan di lokasi tersebut.

Yusuf kemudian kembali ke rumah untuk memastikan keberadaan korban. Setelah korban juga tidak ditemukan di rumah, sekitar pukul 15.00 WIB, ia mengajak warga setempat melakukan pencarian bersama.

Pencarian berlangsung selama beberapa jam. Sekitar pukul 19.30 WIB, seorang warga bernama Resno menemukan korban dalam posisi terlentang dengan kondisi tubuh terbakar di area kebun karet. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian.

Polisi Amankan Sejumlah Barang

Petugas yang mendatangi lokasi menemukan luka bakar pada sebagian tubuh korban. Polisi juga mengamankan satu bilah parang beserta sarungnya, satu sandal berwarna merah, dan satu potong arang kayu yang ditemukan di sekitar TKP.

Barang-barang tersebut diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Namun, belum ada keterangan resmi yang dipublikasikan mengenai hubungan barang-barang tersebut dengan penyebab kematian korban.

Kapolres Barito Timur AKBP, Iqbal Sengaji menyampaikan bahwa penyidik masih mengumpulkan keterangan dan menelusuri barang bukti untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan. Kami melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Pemeriksaan medis melalui visum et repertum juga direncanakan untuk membantu proses penyelidikan,” ujarnya.

Visum dan Gelar Perkara Masih Dinantikan

Hari ini, 28 Oktober 2026, polisi berencana melakukan pemeriksaan medis melalui visum et repertum serta gelar perkara. “Pemeriksaan tersebut diharapkan membantu penyidik menjelaskan kondisi korban dan menilai ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut,” terang Kapolres.

Kapolres mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai kejadian tersebut, dan meminta siapa pun yang mengetahui informasi relevan untuk menyampaikannya kepada penyidik.(din/*)

Berita Terkait