Beranda›Kotawaringin Timur
Kotawaringin Timur

Sindi Bertahan di Tengah Karhutla, BKSDA Evakuasi dari HTR Ramban

Petugas BKSDA dan mitra konservasi mengevakuasi orangutan betina dari kawasan terdampak karhutla di Kotawaringin Timur.

Di tengah kebakaran lahan di Hutan Tanaman Rakyat Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, seekor orangutan betina bertahan di atas pohon kering ketika tanah di bawahnya masih menyimpan api dan bara. Orangutan itu kemudian diberi nama Sindi.

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah menjelaskan, pihaknya bersama Orangutan Foundation International (OFI) mengevakuasi Sindi setelah warga dan regu pemadam dari pihak perusahaan melihat keberadaannya pada Jumat, 25 September 2026.

“Petugas menerima laporan keberadaan satu individu orang utan di sebatang pohon kering. Lokasinya berada di kawasan yang vegetasinya didominasi kelapa sawit dan kondisinya masih terbakar,” terang Muriansyah. Senin (28/9/2026).

Tim penyelamat tiba malam hari. Sindi tidak mudah dievakuasi karena terus berpindah dan berada di dahan cukup tinggi. Lebih dari itu, petugas harus bekerja dalam asap tebal dengan tanah yang masih mengandung api dan bara.

“Selain posisi orangutan cukup tinggi, asap kebakaran sangat tebal dan kondisi tanah juga masih mengandung api serta bara,” ujarnya.

Sekitar pukul 02.00 WIB, satwa tersebut berhasil dibius. Tubuhnya tersangkut di dahan sehingga petugas harus memanjat untuk menurunkannya. Sekitar pukul 02.30 WIB, Sindi berhasil dievakuasi. Pemeriksaan awal tidak menemukan luka bakar maupun luka lain.

Muriansyah menegaskan keterlibatan masyarakat dan pihak perusahaan membantu proses rescue.

“Kami juga terus memantau laporan dari masyarakat terkait keberadaan satwa liar di lokasi yang terdampak kebakaran.”

Artinya, respons terhadap karhutla tidak berhenti di mobil pemadam. Ia juga membutuhkan sistem pelaporan satwa, akses ke lokasi, koordinasi konservasi, dan keputusan mengenai apakah satwa dievakuasi atau dibiarkan bertahan.

Sindi diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dengan berat 32 kilogram. Setelah dievakuasi, ia dibawa ke fasilitas perawatan OFI di Pangkalan Bun. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan Sindi dalam kondisi sehat dan tidak membawa penyakit. Rencana selanjutnya adalah translokasi ke Suaka Margasatwa di Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Evakuasi dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap satwa, tetapi habitat yang terdampak tetap memerlukan pemantauan dan pemulihan,” tandasnya.(sm/*)

Berita Terkait