Beranda›Eksekutif
Eksekutif

Melebihi Batas Aman! Polusi Udara PM2.5 di Pulang Pisau Tembus 1.717

Tenaga kesehatan memeriksa kondisi ISPA dan kesehatan seorang anak di ruang pemeriksaan.

Dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla di Kabupaten Pulang Pisau mulai terlihat dalam data layanan kesehatan. Pada 24 September 2026 tercatat 99 penderita ISPA mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, sementara konsentrasi PM2.5 sempat mencapai 1.717 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori berbahaya.

Pengukuran tersebut dilakukan pada 24 September pukul 10.27-11.29 WIB. Angka PM2.5 itu jauh di atas baku mutu 55 mikrogram per meter kubik yang disebut dalam PP Nomor 22 Tahun 2021.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau Osa Maliki mengingatkan warga mengurangi paparan asap.

“Dengan kondisi kualitas udara seperti ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” kata Osa. Senin (28/9/2026).

Data layanan kesehatan menunjukkan 99 kasus tersebar di sejumlah fasilitas. Puskesmas Pulang Pisau menangani 16 pasien, Maliku 14, Bereng 11, Bawan 8, Bukit Rawi 9 dan Pangkoh 12. RSUD Pulang Pisau menangani enam pasien, sementara sejumlah fasilitas lainnya juga mencatat kasus.

Data tersebut merupakan laporan harian, sehingga tidak boleh dibaca sebagai keseluruhan beban kesehatan masyarakat akibat asap. Justru, keberadaan wilayah dengan akses layanan kesehatan yang berbeda menunjukkan kemungkinan masih terdapat kasus yang belum tercatat.

Kondisi kualitas udara yang masih berubah membuat pemantauan terhadap keluhan penyakit pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau menekankan pentingnya pengawasan

“Data harian ISPA perlu terus dipantau karena kondisi kualitas udara masih berubah. Kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan, membutuhkan perhatian lebih selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Ellyana.

Dari sisi pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan juga menjadi bagian penting dalam memastikan warga yang mengalami keluhan pernapasan memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing. Penanganan terutama diperlukan bagi pasien yang mengalami gejala setelah terpapar asap.

“Kami tetap memastikan pasien dengan keluhan pernapasan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi klinis. Masyarakat yang mengalami keluhan setelah terpapar asap sebaiknya tidak menunda pemeriksaan, terutama apabila gejalanya semakin berat,” imbaunya.

Pihaknya, kata dia, memiliki peran dalam memastikan langkah perlindungan masyarakat berjalan melalui koordinasi lintas sektor, terutama ketika dampak kualitas udara mulai dirasakan warga. Upaya tersebut mencakup perhatian terhadap kelompok rentan serta penguatan respons pelayanan publik selama kondisi udara belum stabil.

Di sisi lain, pemerintah provinsi menyalurkan bantuan pangan, masker, vitamin dan air bersih kepada masyarakat terdampak karhutla di Pulang Pisau pada 26 September 2026. Bantuan disalurkan antara lain di Desa Mintin, Stadion H.M. Sanusi dan Jabiren.(pas/*)

Berita Terkait