Beranda›Palangka Raya
Palangka Raya

Anak 11 Tahun Hilang di Sungai Kahayan, Pencarian Terkendala Air Keruh

Tim SAR gabungan menyisir Sungai Kahayan di bawah Jembatan Kahayan, Palangka Raya.

Seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang dilaporkan tenggelam saat berenang di bawah Jembatan Kahayan, Palangka Raya, belum ditemukan hingga Sabtu malam (7/11/2026). Memasuki dini hari Minggu (8/11/2026), operasi pencarian masih tercatat aktif dalam sistem informasi Basarnas, dengan satu orang berstatus dalam pencarian.

Kendala utama bukan hanya derasnya aliran sungai, tetapi juga kondisi air yang sangat keruh sehingga jarak pandang di bawah permukaan dilaporkan nyaris nol. Situasi tersebut menyulitkan penyelam untuk memastikan posisi korban.

Menurut pembaruan sistem informasi operasi SAR Basarnas yang diperiksa pada dini hari 8 November, status operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya masih tercatat H.1: satu orang dalam pencarian, belum ada korban ditemukan maupun dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi: Lima Anak Berada di Sungai

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu siang. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari saksi di lokasi, terdapat lima anak yang sedang mandi dan berenang di bawah Jembatan Kahayan. Mereka terdiri atas tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Salah seorang saksi mata, Linda, mengatakan dirinya mendengar teriakan seorang anak laki-laki yang meminta pertolongan.

“Anak laki-laki yang berbaju merah itu berteriak-teriak meminta tolong, katanya ada orang yang tenggelam,” terang Linda.

Ia kemudian melihat seorang anak perempuan berbaju hijau beberapa kali muncul dan tenggelam di permukaan sungai. Sebuah perahu klotok yang melintas berbalik arah dan berhasil menyelamatkan anak tersebut. Namun, seorang anak perempuan lainnya tidak kembali muncul ke permukaan.

12 Personel Basarnas Dikerahkan

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, mengonfirmasi laporan kejadian diterima pada pukul 14.10 WIB. Sebanyak 12 personel rescue dikerahkan untuk melakukan pencarian.

“Menerima informasi tersebut, kami langsung mengerahkan tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya beranggotakan 12 personel menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian,” ujarnya.

Operasi melibatkan unsur Basarnas, Ditpolairud Polda Kalteng, BPBD Provinsi dan Kota Palangka Raya, Polsek Pahandut, Koramil, serta relawan dan masyarakat setempat.

Koordinator Lapangan Tim Gabungan SAR, Jurmiah, mengatakan tim langsung berkoordinasi setelah menerima informasi dari relawan.

“Setelah menerima informasi tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan unsur-unsur yang ada di lapangan untuk melakukan pencarian,” tutur Jurmiah.

Tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dan perahu bermesin. Posko pencarian juga didirikan di sekitar lokasi untuk mengoordinasikan pemantauan dan operasi lanjutan.

Dalam laporan lapangan, kedalaman bagian tengah sungai diperkirakan mencapai sekitar sembilan meter. Sementara bagian tepi relatif lebih dangkal, dengan dasar sungai yang menurun cukup curam menuju bagian tengah.

Kondisi tersebut menyulitkan pemeriksaan di bawah permukaan. Karena itu, metode penyelaman belum dapat dilakukan secara optimal.

Jurmiah menjelaskan bahwa pencarian pada hari pertama mengikuti prosedur operasional standar dan dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB karena kondisi pencahayaan dan situasi lapangan.

“Untuk sore ini pencarian sementara kami hentikan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan dan personel masih bersiaga di lokasi. Rencananya pencarian akan dilanjutkan besok pagi,” katanya.

Pencarian dijadwalkan kembali pada Minggu, 8 November, sekitar pukul 07.00 WIB.(fah/*)

Berita Terkait