Aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mulai pulih pada Jumat, 30 Oktober 2026. Pesawat Wings Air dari Surabaya berhasil mendarat pada pukul 13.08 WIB, setelah operasional penerbangan mengalami gangguan lebih dari sebulan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kembalinya pesawat tersebut dikonfirmasi melalui informasi resmi Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Haji Asan Sampit di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Pihak bandara menyebut pendaratan itu sebagai awal pemulihan konektivitas udara bagi Kotim dan daerah sekitarnya.
PIC Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara Haji Asan Sampit, Alfiansyah, menjelaskan bahwa pengoperasian kembali penerbangan dilakukan setelah jarak pandang membaik dan kondisi operasional dipantau bersama BMKG Kotawaringin Timur.
“Setelah kondisi jarak pandang mulai membaik dan dilakukan pemantauan terhadap kondisi operasional oleh BMKG Kotawaringin Timur, penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit kembali beroperasi secara bertahap,” kata Alfiansyah.
Sebelumnya, Kepala Kantor UPBU Kelas II Haji Asan Sampit, Abdul Haris, mengungkapkan bahwa sejak 14 September 2026 gangguan jarak pandang menyebabkan penerbangan dibatalkan. Dalam keterangan resmi bandara pada 26 Oktober, ia menyebut jarak pandang yang biasanya mencapai 800–1.000 meter pernah turun menjadi sekitar 80–100 meter. Sementara kebutuhan jarak pandang untuk pendaratan di bandara tersebut berada di kisaran 2.400 meter.
“Sejak 14 September penerbangan sudah mengalami pembatalan sampai sekarang. Tidak ada pergerakan sama sekali di bandara kami karena jarak pandang sangat rendah,” ujar Abdul Haris.
Gangguan tersebut juga berdampak pada kegiatan ekonomi di lingkungan bandara. Abdul Haris menyebut berkurangnya aktivitas penerbangan membuat jumlah pengunjung dan calon pelanggan bagi tenant di kawasan bandara ikut menurun.
“Karena tidak ada aktivitas, tidak ada yang berkunjung. Ini juga berdampak terhadap tenant-tenant yang ada di bandara,” jelasnya.
Sejumlah maskapai mulai menjadwalkan penerbangan kembali
Setelah Wings Air, maskapai lain juga merencanakan pengoperasian kembali rute dari dan menuju Sampit. Berdasarkan informasi UPBU Haji Asan, Super Air Jet direncanakan melayani rute Sampit–Jakarta pada 1 November 2026. NAM Air juga merencanakan penerbangan dari Sampit menuju Semarang pada 3 November dan Surabaya pada 4 November 2026.
Dinas Perhubungan Kotim turut memuat jadwal Wings Air rute Surabaya–Sampit dan sebaliknya pada 30–31 Oktober, serta Super Air Jet rute Jakarta–Sampit pada 1 November. Informasi jadwal tersebut menunjukkan pemulihan mulai berlangsung, meskipun tidak berarti seluruh rute telah kembali normal.
Masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Haji Asan diimbau memeriksa status penerbangan langsung kepada maskapai. Jadwal yang diumumkan tetap dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, jarak pandang, dan persyaratan keselamatan penerbangan.
Kembalinya pesawat ke Sampit menjadi perkembangan penting bagi mobilitas warga dan kegiatan usaha di Kotim. Namun, pemulihan yang berkelanjutan masih bergantung pada pengendalian karhutla dan terjaganya kondisi udara di sekitar bandar udara.(din/*)






