Beranda›Barito Selatan
Barito Selatan

ASN Barsel Meninggal Setelah Sesak Napas, Kualitas Udara Jadi Sorotan

Ilustrasi: Pasien mengalami sesak napas/Visual ini dibuat menggunakan kecerdasan buatan, bukan foto dokumentasi kejadian nyata.

Seorang aparatur sipil negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial RY, 40, meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat RSUD Jaraga Sasameh, Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan, Agus In’Yulius, mengatakan, RY mengalami sesak napas setelah pulang bekerja. Korban sempat kembali ke rumah sebelum kondisinya memburuk dan akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Menurut Agus, kondisi kualitas udara diduga memiliki kaitan dengan peristiwa tersebut, tetapi hubungan sebab-akibatnya belum dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala yang dialami korban.

“Ini diduga memang ada hubungannya dengan kondisi atau kualitas udara yang terjadi di Barsel,” kata Agus pada Sabtu (17/10/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan, Dadang Baskoro Nugroho, menjelaskan bahwa pemeriksaan medis menemukan gangguan pada paru-paru dan jantung. Tim medis telah berupaya memberikan pertolongan selama sekitar dua hingga tiga jam, tetapi nyawa korban tidak tertolong.

RY juga diketahui merupakan relawan pemadam karhutla, meski saat mengalami sesak napas hingga meninggal dunia, ia tidak sedang menjalani jadwal tugas pemadaman.

Informasi tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati. Adanya gangguan pada paru-paru dan jantung tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa paparan asap merupakan penyebab langsung kematian.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemantauan kesehatan masyarakat ketika karhutla berlangsung. Pemerintah daerah perlu memastikan informasi mengenai kualitas udara, gangguan pernapasan, serta layanan kesehatan tersedia bagi warga dan petugas yang beraktivitas di kawasan terdampak.

Sebgai informasi tambahan: Data portal resmi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLH/BPLH mencatat indeks 654 dengan parameter PM2,5 di stasiun pemantauan Kabupaten Barito Selatan-Sanggu pada Kamis (15/10/2026), pukul 09.33 WIB, Angka tersebut masuk kategori berbahaya. Tercatat sekitar lima jam 27 menit sebelum RY dilaporkan meninggal dunia di RSUD Jaraga Sasameh, Buntok.(fit/*)

Berita Terkait