Beranda›Barito Selatan
Barito Selatan

Krisis Air Bersih di Danau Ganting, Warga Bergantung pada Pasokan Bantuan

Warga Desa Danau Ganting, Barito Selatan, menerima bantuan air bersih dari Polres Barito Selatan.

Sekitar 50 kepala keluarga atau 250 jiwa di Desa Danau Ganting, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang berlangsung hampir dua bulan. Sumur-sumur warga mengering, sementara kebutuhan air untuk minum dan memasak bergantung pada pasokan bantuan.

Kepala Desa Danau Ganting, Gapilon mengatakan, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan memaksa warga mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sumur-sumur kami sudah mengering kurang lebih mendekati 2 bulan,” kata Gapilon pada Selasa 13 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, air sungai yang tersisa masih digunakan warga untuk mandi, cuci, dan kakus. Sementara itu, bantuan air bersih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.

“Untuk MCK kita mencari air sungai yang tersisa,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin, 12 Oktober 2026, Polres Barito Selatan kembali menyalurkan 4.000 liter air bersih ke Desa Danau Ganting. Air diangkut menggunakan satu unit truk tangki dan dibagikan kepada warga, termasuk untuk mengisi tandon sebagai persediaan di rumah.

Dalam laporan yang sama, total distribusi air bersih oleh Polres Barito Selatan selama satu bulan terakhir mencapai sekitar 150.000 liter bagi masyarakat terdampak kekeringan di wilayah tersebut. Angka itu merupakan akumulasi distribusi di berbagai wilayah, bukan khusus untuk Desa Danau Ganting.

Kapolres Barito Selatan, AKBP Eko Mardianto mengatakan, penyaluran bantuan masih dilakukan secara bertahap. Ia mengakui kebutuhan warga belum seluruhnya terpenuhi.

“Memang belum semuanya terjangkau,” kata Eko.

Eko mengatakan, kepolisian berupaya memperluas distribusi dengan melibatkan jajaran polsek dan perangkat desa. Warga juga diminta menyampaikan informasi apabila masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Menurut Eko, pihaknya akan terus berupaya untuk mendistribusikan secara bertahap melalui informasi yang disampaikan kepada petugas.

Bantuan tersebut menjadi penanganan langsung atas kebutuhan mendesak warga. Namun, data distribusi belum menjelaskan berapa lama persediaan air dapat bertahan di setiap rumah, berapa kali pengiriman akan dilakukan, dan kapan sumber air setempat diperkirakan pulih.

Persoalan yang perlu mendapat perhatian selanjutnya ialah kesinambungan distribusi. Ketika sumur warga belum kembali menyediakan air, pasokan bantuan harus mampu mengikuti kebutuhan rumah tangga selama kekeringan berlangsung.(fit/*)

Berita Terkait