Polisi mengungkap dugaan awal penyebab kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan SMAN 1 Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Kebakaran terjadi pada Minggu, 27 September 2026 dini hari. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara Polres Kotawaringin Timur, sumber api diduga berkaitan dengan korsleting listrik pada kulkas yang berada di ruang wakil kepala sekolah.
Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Sugiharso mengatakan kulkas tersebut terus tersambung ke aliran listrik. Polisi kemudian menemukan bagian kulkas yang diduga berkaitan dengan titik awal kebakaran.
“Kulkas itu tidak pernah dicabut, jadi menancap terus,” terang Kasat. Rabu (30/9/2026).
Kebakaran menyebabkan sejumlah ruang penting rusak atau hangus. Bangunan yang terdampak antara lain ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, aula dan beberapa ruang kelas.
“Hasil penyelidikan sementara menjadi dasar untuk memastikan titik awal dan penyebab kebakaran sebelum penanganan perkara dilanjutkan,” jelasnya.
Nilai kerusakan aset pemerintah diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Dampaknya juga terasa pada kegiatan belajar mengajar siswa karena sekolah harus mengoptimalkan bangunan yang masih dapat digunakan.
Sebelumnya, Bupati Kotim Halikinnor telah meninjau sekolah dan memastikan proses pendidikan tetap berjalan meski sebagian bangunan terbakar.
“Ini musibah yang cukup memprihatinkan, terutama karena dapat mengganggu proses belajar mengajar,” ungkapnya.
Pemkab Kotim menyiapkan sejumlah langkah sementara. Laboratorium disebut akan dimanfaatkan sebagai ruang kantor guru, sementara kebutuhan meja dan kursi juga diupayakan dipenuhi.
“Sekolah akan menggunakan ruang yang masih aman agar pembelajaran siswa tetap berjalan,” ujar Halikinnor.
Polisi masih menjadikan hasil penyelidikan sebagai dasar penentuan penyebab kebakaran. Pemerintah daerah di sisi lain menyiapkan langkah pemulihan agar kegiatan pendidikan tidak berhenti.(fah/*)






