PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Kumai menegaskan tidak pernah memberlakukan deposit atau uang jaminan dalam pembelian tiket kapal seperti yang dialami seorang calon penumpang berinisial SH. Penegasan ini menyusul dugaan penipuan melalui Facebook yang menyebabkan SH kehilangan Rp390.000 setelah memesan tiket perjalanan Semarang–Kumai.
Dalam transaksi tersebut, SH mengaku telah mentransfer uang untuk membeli satu tiket kelas ekonomi-tidur. Namun, setelah pembayaran dilakukan, pihak yang menawarkan tiket justru meminta tambahan deposit Rp200.000 dengan alasan jaminan apabila terjadi pembatalan.
Kepala Cabang PT DLU Kumai, Agus Supriyanto, memastikan mekanisme tersebut bukan prosedur resmi perusahaan. Ia juga menegaskan akun Facebook yang digunakan untuk menawarkan tiket bukan akun resmi DLU.
“PT DLU tidak pernah menerapkan deposit atau uang jaminan dalam pembelian tiket seperti yang dialami SH. Masyarakat harus berhati-hati terhadap pihak yang menggunakan nama dan logo perusahaan untuk menawarkan tiket, terutama jika pembayaran diminta melalui rekening pribadi,” terang Agus.
SH sebelumnya menemukan promosi jadwal kapal Oktober 2026 melalui Facebook yang menggunakan nama dan identitas visual DLU Ferry. Setelah berkomunikasi melalui WhatsApp, ia diarahkan mentransfer Rp390.000 ke rekening pribadi pada Selasa (20/10/2026) pukul 17.41 WIB melalui BI-FAST.
“Di WA, katanya itu nomor rekening Manajer Keuangan PT DLU. Saya langsung transfer, belum curiga,” ungkap SH.
Setelah pembayaran diterima, pihak tersebut meminta deposit tambahan Rp200.000. Menurut SH, uang itu dijanjikan akan dikembalikan sepenuhnya ketika penumpang tiba di pelabuhan.
SH kemudian menyampaikan keinginannya membatalkan pembelian dan meminta pengembalian dana. Namun, upaya menghubungi pihak yang menawarkan tiket tidak membuahkan hasil. Panggilan telepon disebut langsung diputus, sedangkan nomor WhatsApp SH kemudian diblokir.
Hingga berita ini disusun, uang Rp390.000 belum dikembalikan dan tiket dari transaksi awal tidak diterima.
DLU Minta Calon Penumpang Memastikan Kanal Pembelian
Agus meminta masyarakat membeli tiket melalui aplikasi resmi DLU yang tersedia di Play Store dan App Store, mendatangi kantor cabang, atau menggunakan agen resmi yang ditunjuk perusahaan.
“Jangan mentransfer uang ke rekening pribadi berdasarkan penawaran di media sosial sebelum memastikan keabsahan transaksi. Jika menemukan tawaran mencurigakan, segera konfirmasikan kepada pihak DLU,” pintanya.
Menurut Agus, kejadian serupa beberapa kali ditemukan dengan memanfaatkan Facebook, TikTok, dan platform lainnya.
Setelah memperoleh penjelasan langsung dari DLU Cabang Kumai, SH membeli ulang tiket melalui aplikasi resmi perusahaan. Tiket perjalanan Semarang–Kumai kini telah diterimanya, tetapi uang dari transaksi awal belum kembali.
SH juga telah mengirimkan pengaduan melalui Patroli Siber dan melaporkan rekening tujuan melalui CekRekening.id.
Laporan Diterima Siber Polda DIY
Kepala Subdit V/Siber Polda DIY, AKBP Slamet Riyanto, membenarkan pihaknya telah menerima laporan yang disampaikan secara daring. Petugas sedang melakukan pemeriksaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Laporan yang disampaikan secara daring sudah kami terima. Saat ini, petugas sedang melakukan pemeriksaan untuk penyelidikan lebih lanjut. Kami berterima kasih atas informasi dan partisipasi masyarakat karena laporan seperti ini membantu kami menelusuri dugaan tindak pidana serta mencegah penipuan serupa menimpa calon korban lainnya,” ucapnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat agar calon penumpang tidak hanya mengandalkan nama perusahaan, logo, foto kapal, atau jadwal pelayaran di media sosial. Keabsahan kanal pemesanan dan rekening penerima perlu dipastikan sebelum pembayaran dilakukan.(fit/*)








