PALANGKA RAYA – Demonstrasi boleh berlangsung keras, tetapi kritik tidak boleh merendahkan martabat manusia. Sebaliknya, seruan menjaga adab juga tidak boleh menjadi alasan bagi pemimpin untuk menghindari kritik.
Pesan itu disampaikan Bush Valentino, S.H., Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, menyusul demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada 19 Oktober 2026.
“Bersuaralah dengan lantang, tetapi jangan hilangkan sopan santun. Kritiklah kekuasaan, tetapi jangan rendahkan martabat kemanusiaan!” tulis Bush dalam pernyataan yang diterima redaksi.
Menurut Bush, demonstrasi merupakan hak rakyat dan kritik adalah bagian dari demokrasi. Namun, kebebasan menyampaikan pendapat perlu dijalankan dengan tanggung jawab dan penghormatan terhadap sesama.
Pesannya juga ditujukan kepada para pemimpin. Ia meminta pemerintah tidak alergi terhadap kritik, membuka ruang dialog, mendengarkan suara rakyat, dan membuktikan kepemimpinan melalui tindakan nyata.
Demonstrasi 19 Oktober digelar Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Jilid III bersama mahasiswa untuk mendesak penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta berbagai persoalan yang berdampak pada masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 6.639 kejadian karhutla dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 19.502,65 hektare sejak 1 Januari hingga 18 Oktober 2026.
Besarnya persoalan tersebut membuat perdebatan mengenai etika demonstrasi tidak semestinya menenggelamkan substansi tuntutan. Pemerintah tetap perlu menjawab aspirasi masyarakat, sementara demonstran bertanggung jawab menjaga cara penyampaiannya.
Bush juga mengingatkan pentingnya falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat, yang menjunjung kebersamaan dan penghormatan terhadap sesama.
“Biar suara kita mengguncang kebijakan, tetapi jangan sampai tindakan kita meruntuhkan persaudaraan!” tulisnya.
Pesannya jelas; demonstran harus tetap beradab, sedangkan pemimpin harus tetap bersedia mendengar kritik.(fit/*)








