Beranda›Eksekutif
Eksekutif

Honor 119 Relawan Karhutla Palangka Raya Belum Cair Hampir Dua Bulan

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi saat memberikan keterangan terkait honor relawan Karhutla.

Sebanyak 119 relawan yang terlibat dalam Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kota Palangka Raya masih menunggu pembayaran honor tahap berikutnya. Pembayaran disebut tertunda hampir dua bulan, sementara pemerintah daerah menyatakan anggarannya telah tersedia dalam APBD Perubahan.

Persoalan itu menjadi perhatian setelah anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya berdialog dengan sejumlah petugas dan relawan yang masih aktif di lapangan. Dari pertemuan tersebut, para petugas menyampaikan bahwa honor yang menjadi hak mereka belum diterima.

“Dari hasil pertemuan kami dengan sejumlah satgas dan relawan di lapangan, mereka menyampaikan bahwa honor yang menjadi hak mereka hingga kini belum diterima selama hampir dua bulan,” kata anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arief M. Norkim. Selasa (29/9/2026).

Persoalan tersebut tidak berdiri sendiri karena relawan masih menjalankan tugas penanganan karhutla. BPBD Kota Palangka Raya menyebut terdapat sekitar 360 personel yang terlibat di luar unsur TNI dan Polri, termasuk 119 relawan.

“Relawan tetap bekerja di lapangan, sehingga kepastian pembayaran honor perlu segera diselesaikan agar hak mereka tidak terus tertunda,” terangnya.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi menyatakan anggaran untuk pembayaran telah tersedia, tetapi pencairan tahap berikutnya masih menunggu mekanisme yang berlaku.

“Tadi sudah jelas, untuk penanganan itu, untuk pembayaran itu sudah tersedia di perubahan,” kata Hendrikus, pada 25 September 2026.

BPBD juga memastikan kebutuhan dasar personel selama operasi tetap disiapkan. Dukungan tersebut antara lain BBM untuk mobilitas relawan serta kebutuhan makan personel dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Selain BBM, kebutuhan makan personel juga disiapkan selama pelaksanaan operasi. Dukungan serupa diberikan kepada tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan karhutla,” ujar Hendrikus.

Pihaknya tetap memastikan dukungan operasional berjalan, sementara proses administrasi pembayaran honor terus diselesaikan sesuai mekanisme anggaran.

Masalah yang kini perlu dipastikan adalah kapan pembayaran honor tahap berikutnya benar-benar masuk kepada para relawan yang telah bertugas. Kejelasan waktu pencairan menjadi penting karena mereka tetap menjadi bagian dari operasi penanganan karhutla.(dn/*)

Berita Terkait