Petani di Kabupaten Pulang Pisau memasuki periode tanam dengan dua perubahan penting. Harga pupuk subsidi turun dan stok disebut tersedia hingga periode Oktober 2026-Maret 2027.
Di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, pengawasan harga dilakukan untuk memastikan penebusan di tingkat titik serah tetap sesuai ketentuan.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Pulang Pisau, Suhaimi menyebut pemantauan dilakukan bersama penyuluh pertanian dan pihak Pupuk Indonesia. Harga yang disebut dalam pemantauan tersebut adalah Rp90.000 per zak untuk Urea dan Rp92.000 per zak untuk NPK.
“Kami berkolaborasi dengan penyuluh lapangan dan Pupuk Indonesia agar harga tebus di PPTS sesuai aturan, yaitu Rp90.000 per zak untuk Urea dan Rp92.000 untuk NPK,” terang Suhaimi. Minggu (4/10/206).
Persoalannya bukan hanya harga. Bagi petani, pasokan menjadi faktor penting menjelang periode tanam berikutnya.
“Stok untuk Kabupaten Pulang Pisau sangat aman menyambut periode Oktober-Maret,” ujarnya.
Stok yang disebut berada di gudang lini III Pulang Pisau terdiri dari 370 ton Urea, 420 ton NPK dan 89 ton pupuk organik.
Angka stok tersebut relevan bagi petani karena kelancaran distribusi menentukan apakah penurunan harga benar-benar bisa dirasakan di tingkat penerima. Harga murah tanpa ketersediaan yang cukup tetap tidak menyelesaikan masalah petani.
“Pengawasan tidak berhenti pada harga. Kami juga perlu memastikan pupuk tersedia ketika petani memasuki kebutuhan pemupukan,” terangnya.
Sementara, Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i menjelaskan, ketahanan pangan harus ditopang oleh ketersediaan sarana produksi yang terjangkau dan mudah diperoleh petani.
“Pemerintah daerah perlu memastikan kebijakan harga dan pasokan pupuk benar-benar sampai ke tingkat petani,” pungkasnya.(fit/*)








