Beranda›Eksekutif
Eksekutif

Murung Raya Tekankan Keselamatan Warga dan Reklamasi di Area Tambang

Ilustrasi aktivitas hauling pengangkutan batu bara menggunakan truk angkut di jalan operasional tambang.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya meminta perusahaan pertambangan tidak hanya mengejar produksi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat serta pengelolaan lingkungan menjadi bagian utama kegiatan operasional.

Bupati Murung Raya Heriyus menekankan perlunya standar keselamatan, perlindungan lingkungan, reklamasi, serta rehabilitasi lahan pascatambang dijalankan secara konsisten.

“Keselamatan masyarakat dan pelestarian lingkungan harus tetap menjadi prioritas utama,” kata Heriyus. Jumat (2/10/2026).

Ia juga menegaskan bahwa aktivitas pertambangan harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak mengabaikan lingkungan sekitar.

“Setiap kegiatan pertambangan harus dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan dan standar keselamatan serta menjaga lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah daerah melihat sektor pertambangan tetap memiliki kontribusi terhadap perekonomian dan pembukaan lapangan kerja. Namun, manfaat ekonomi tersebut menurut pemerintah harus berjalan bersama pengendalian risiko terhadap pekerja, masyarakat, dan lingkungan.

Perhatian berikutnya diarahkan pada pekerja yang berhadapan langsung dengan aktivitas pertambangan. Pemerintah mendorong penguatan standar keselamatan kerja sebagai bagian dari sistem operasional, bukan sekadar tindakan saat terjadi masalah.

Aspek lingkungan juga ditempatkan dalam tahapan setelah operasi. Reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang disebut perlu mendapat perhatian agar dampak jangka panjang dapat ditekan.

Bupati juga menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat ketika muncul persoalan di lapangan.

“Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mewujudkan kegiatan pertambangan yang aman, bertanggungjawab dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara, pihak perusahaan mengaku telah melakukan perawatan dan penyiraman jalan melalui koordinasi dengan sejumlah pemerintah desa serta menyampaikan komitmen memperbaiki pengelolaan kawasan dan memenuhi persyaratan lingkungan dan perizinan.

Kepala Teknik Tambang PT Arthasia Cipta Pratama, Taufiq Rachamanto, saat hadir mewakili manajemen dalam rapat tersebut mengaku, perawatan jalan, pengelolaan kawasan, serta pemenuhan persyaratan lingkungan terus menjadi bagian dari pelaksanaan operasional perusahaan.

“Perusahaan perlu memastikan pengelolaan keselamatan dan lingkungan berjalan bersama dengan aktivitas produksi,” terangnya.

Dengan demikian, perkembangan terbaru di Murung Raya bukan perubahan status operasi perusahaan, melainkan penegasan pemerintah daerah mengenai standar keselamatan, tanggung jawab lingkungan, reklamasi, dan komunikasi dengan masyarakat.(fit/*)

Berita Terkait