Beranda›Gunung Mas
Gunung Mas

Krisis Air Bersih dan Infrastruktur Gunung Mas Menanti Tindak Lanjut

Ilustrasi: Kerusakan jalan yang diduga diperparah oleh lalu lintas kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas jalan.

Kebutuhan air bersih dan infrastruktur masih menjadi persoalan yang disuarakan warga Kabupaten Gunung Mas. Hasil reses anggota DPRD Kalimantan Tengah mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari penyediaan air bersih hingga peningkatan jalan dan fasilitas pelayanan dasar.

Juru bicara, Agie, membacakan rangkuman aspirasi tersebut dalam rapat paripurna DPRD Kalteng pada 13 Oktober 2026. Aspirasi warga mencakup lima kecamatan; Manuhing, Manuhing Raya, Rungan, Sepang, dan Rungan Hulu.

“Di Kabupaten Gunung Mas, krisis air bersih, khususnya di Kecamatan Rungan Hulu, peningkatan jalan dan jembatan, penguatan sektor pertanian dan perkebunan, serta penyediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi isu sangat penting yang butuh perhatian serius pemerintah,” kata Agie.

Delapan desa di Rungan Hulu membutuhkan air bersih

Persoalan air bersih juga disorot anggota DPRD Kalteng, Sengkon setelah mengunjungi delapan desa di Kecamatan Rungan Hulu. Ia menyampaikan bahwa kondisi air bersih di desa-desa yang dikunjunginya sudah memprihatinkan.

“Sekarang mereka itu berkaitan dengan air bersih sudah riskan keadaannya, sehingga mereka butuh sumur bor. Diminta kepada provinsi ada perhatian berkaitan dengan sumur bor air bersih,” ujar Sengkon.

Pemerintah kecamatan telah menyerahkan proposal permohonan bantuan sumur bor kepadanya. Kunjungan itu juga menyoroti keterbatasan fasilitas pendidikan. Rungan Hulu disebut belum memiliki sekolah menengah atas (SMA), sehingga lulusan SMP harus melanjutkan sekolah ke wilayah lain.

“Karena tidak ada SMA di kecamatan itu, anak-anak lulusan SMP lari ke Palangka Raya, atau ke kecamatan-kecamatan lain yang sudah memiliki SMA,” kata Sengkon.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan warga tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga akses terhadap layanan dasar.

Kerusakan jalan Rungan Hulu disorot

Di sisi lain, kerusakan jalan di jalur lintas Rungan Hulu kembali menjadi perhatian. Ketua DPRD Gunung Mas, Binartha menyoroti angkutan material kontraktor yang diduga membawa muatan melebihi kemampuan jalan.

Binartha menyebut kerusakan terjadi, antara lain, di sekitar kilometer 45 hingga Kelurahan Tumbang Rahuyan. Ia menilai kendaraan pengangkut material dapat memperparah kondisi jalan apabila beroperasi dengan muatan berlebih.

“Kami sangat kecewa dengan angkutan kerikil yang mereka bawa karena melebihi tonase. Tonase jalan ini hanya mampu sekitar 8 ton. Karena dipaksakan, akhirnya aspal terkelupas dan muncul gundukan hingga berlubang. Akibatnya, jalan yang setiap hari digunakan masyarakat terganggu,” kata Binartha.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

“Jangan hanya mengejar keuntungan, tetapi keselamatan dan kepentingan masyarakat pengguna jalan juga harus diperhatikan,” ujarnya.

Aspirasi meluas ke pendidikan, kesehatan, dan ekonomi

Selain air bersih dan jalan, hasil reses DPRD Kalteng mencatat kebutuhan pembangunan di sejumlah sektor lain. Di bidang pendidikan, warga mengusulkan pembangunan SMA, rumah bagi guru, perbaikan pagar dan kantor kepala sekolah, serta laboratorium.

Pada sektor kesehatan dan pelayanan publik, aspirasi mencakup rehabilitasi puskesmas pembantu (Pustu), penempatan bidan berstatus aparatur sipil negara, ambulans desa, penerangan jalan, mobil pemadam kebakaran, serta alat berat untuk penanganan bencana.

Warga juga menyampaikan kebutuhan dukungan pertanian dan perkebunan, termasuk pupuk bersubsidi, bibit kelapa sawit, bantuan ternak, modal usaha, pembukaan lahan pertanian, dan pendataan ulang penerima manfaat kemitraan plasma.

Persoalan sosial dan tata kelola turut masuk dalam daftar aspirasi. Di antaranya beasiswa, bantuan rumah layak huni, penanganan anak putus sekolah dan penyalahgunaan narkoba, penyelesaian sengketa lahan, pengawasan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta kejelasan hak masyarakat dalam kemitraan plasma.

Rangkuman tersebut juga memuat usulan dukungan terhadap kegiatan adat dan keagamaan, termasuk upacara Tiwah, balai Hindu Kaharingan, serta perbaikan gereja dan langgar.

Pemerintah perlu menjawab dengan tindak lanjut terukur

Banyaknya usulan memperlihatkan bahwa kebutuhan warga Gunung Mas tersebar dari layanan dasar hingga penguatan ekonomi dan penyelesaian persoalan tata kelola. Tantangan berikutnya ialah memastikan setiap aspirasi memperoleh kejelasan tindak lanjut.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas perlu menjelaskan usulan yang akan diprioritaskan, instansi penanggung jawab, sumber pendanaan, serta target pelaksanaannya. Untuk kebutuhan air bersih di Rungan Hulu, misalnya, warga memerlukan kejelasan mengenai tindak lanjut proposal sumur bor dan rencana penyediaan layanan yang berkelanjutan.

Sementara itu, kerusakan jalan perlu ditangani melalui pemeriksaan kondisi lapangan dan penegakan ketentuan angkutan apabila ditemukan pelanggaran. Penanganan jalan tidak cukup berhenti pada saling tuding mengenai penyebab kerusakan; keselamatan pengguna dan kelancaran aktivitas warga harus menjadi perhatian utama.

Hasil reses merupakan catatan aspirasi, bukan bukti bahwa seluruh usulan telah masuk anggaran atau akan segera dikerjakan. Karena itu, keterbukaan mengenai prioritas, anggaran, dan perkembangan pelaksanaan menjadi penting agar publik dapat menilai sejauh mana suara mereka benar-benar ditindaklanjuti.(fit/*)

Berita Terkait