Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 kembali menghasilkan temuan baru. Pada Minggu, 4 Oktober 2026, tim Search and Rescue Unit (SRU) darat Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya menemukan dua jasad di wilayah Kabupaten Seruyan.
Kedua jasad kemudian dievakuasi untuk proses identifikasi. Temuan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam operasi pencarian yang masih berlangsung setelah kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Berdasarkan pembaruan Basarnas hingga Minggu malam, sebanyak 190 orang dari total 243 orang dalam manifes telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia. Dengan demikian, 53 orang masih dalam pencarian.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana menjelaskan, dua korban yang ditemukan di wilayah Seruyan langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut.
Penemuan dua jasad itu menambah jumlah korban yang telah ditemukan, tetapi belum mengakhiri operasi. Masih terdapat 53 orang dalam manifes yang belum ditemukan sehingga penyisiran tetap menjadi pekerjaan utama tim SAR.
“Operasi SAR masih terus dilakukan dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia dan memperkuat koordinasi antarpihak untuk mencari 53 orang yang belum ditemukan,” terang I Putu Sudayana. Senin (5/10/2026).
Pencarian berlangsung setelah Basarnas menghentikan penyelaman bawah air pada hari ke-21. Perubahan metode tersebut membuat penyisiran permukaan dan wilayah pesisir menjadi bagian penting dari operasi lanjutan.
Di sisi lain, proses penanganan bangkai kapal memasuki tahap berikutnya. PT Virgo Karya Shipping memastikan salvage atau pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 akan dilakukan pada pertengahan Oktober 2026.
Juru bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Fransiscus Rihi, menyatakan komunikasi dengan pihak Protection and Indemnity (P&I) dan calon pelaksana salvage terus dipercepat. Proses tersebut diarahkan agar pengangkatan bangkai kapal dapat segera dilaksanakan.
“Pengangkatan bangkai kapal merupakan kewajiban perusahaan dan proses dengan pihak P&I terus kami percepat agar operasi salvage dapat dilakukan pada Oktober ini,” jelas Simson.
Perusahaan menyatakan calon pelaksana salvage telah mengerucut, tetapi nama pelaksana belum diumumkan karena proses administrasi dan kontrak masih diselesaikan.
“Penandatanganan dengan pelaksana salvage ditargetkan setelah kelengkapan data terpenuhi sehingga pelaksana dapat segera bergerak ke lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, sebelumnya menyatakan Kementerian Perhubungan telah memberikan teguran keras kepada PT Virgo Karya Shipping agar pengangkatan kapal segera dilakukan karena masih terdapat korban yang belum ditemukan.(fit/*)








