Epek Adi Purnomo alias Bakir, 50, warga Desa Dahian Tunggal, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam di Sungai Katingan, Desa Talian Kereng, Kecamatan Katingan Hilir.
Epek dilaporkan hilang pada Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, ia bersama tiga rekannya melakukan aktivitas penambangan tradisional di sungai tersebut.
Korban kemudian menyelam untuk mengambil alat tambang yang terjatuh ke dalam sungai. Setelah beberapa saat, Epek tidak kembali ke permukaan sehingga rekan-rekannya melakukan pencarian secara mandiri sebelum meminta bantuan tim SAR.
Menurut keterangan rekan korban, aktivitas mereka berkaitan dengan unit mesin sedot yang mengalami gangguan. Korban kemudian berinisiatif melakukan perbaikan pada bagian mesin tersebut sebelum akhirnya masuk ke sungai.
Informasi mengenai keberadaan korban diterima tim pencarian pada Senin malam setelah warga melihat jasad mengapung di sungai. Koordinator Lapangan, Basarnas Indra Saputra mengatakan informasi awal mengenai penemuan korban berasal dari warga yang berada di sekitar sungai.
“Tim SAR Gabungan menerima laporan dari warga bahwa melihat jenazah mengapung di sungai. Posisi penemuan sekitar 20 meter dari lokasi kejadian awal,” terang Indra. Rabu (30/9/2026).
Tim SAR gabungan kemudian bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Jenazah dibawa ke RSUD Mas Amsyar Katingan sebelum diserahkan kepada keluarga di Desa Dahian Tunggal.
Evakuasi melibatkan unsur Basarnas Palangka Raya, Polsek Katingan Hilir, Satpolair Polres Katingan, BPBD Katingan, Koramil, Damkar, keluarga korban dan masyarakat.
“Setelah kejadian dilaporkan, pencarian dilakukan bersama unsur terkait untuk menemukan korban di sekitar lokasi tenggelam,” ujar AA. Ketut Alit Supartana, Kepala Kantor SAR Palangka Raya.
Setelah korban diserahkan kepada keluarga, operasi pencarian resmi dihentikan. Penanganan selanjutnya berada pada keluarga korban dan pihak terkait sesuai prosedur.(din/*)






