Beranda›Hukum & Kriminal
Hukum & Kriminal

Kasus KM Virgo Transport 8 Kini Ditangani Mabes Polri

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan perkembangan penanganan perkara kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa, yang kini dilanjutkan Mabes Polri.

Penanganan perkara tenggelamnya KM Virgo Transport 8 memasuki babak baru. Mabes Polri kini menangani perkara tersebut setelah Polda Kalimantan Selatan melimpahkan proses penanganannya kepada Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara Baharkam Polri.

Pelimpahan itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir pada Senin, 28 September 2026. Menurutnya, langkah tersebut merupakan kelanjutan proses penanganan perkara yang sejak awal berjalan bersamaan dengan operasi pencarian, evakuasi dan identifikasi korban.

“Untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” kata Johnny.

Sebelum dilimpahkan, Ditpolairud Polda Kalsel telah memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan kecelakaan, termasuk nakhoda dan anak buah kapal yang selamat. Polri menyatakan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan dan penyidikan untuk mendalami rangkaian kejadian serta penyebab kecelakaan.

Pelimpahan perkara berlangsung ketika pencarian korban masih terus berjalan. Pada operasi SAR hari ke-16, Senin, tim gabungan berhasil mengevakuasi lima jenazah melalui tiga sorti penyelaman ke bangkai kapal di Laut Jawa. Empat jenazah dibawa ke KRI Gusti Ngurah Rai, sedangkan satu lainnya dievakuasi ke KN SAR Purworejo sebelum seluruhnya diterbangkan ke Banjarmasin untuk proses identifikasi.

Data Posko Utama SAR Gabungan yang diperbarui pukul 16.43 WIB mencatat 179 dari 243 orang dalam manifes telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia. Sebanyak 64 orang lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi akan terus dilakukan dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia.

“Setiap korban yang berhasil ditemukan adalah hasil dari kerja keras, ketelitian, dan sinergi seluruh unsur SAR,” kata Syafii.

Kalimantan Tengah tetap menjadi salah satu wilayah penting dalam operasi pencarian.

Pada Minggu, 27 September, dua jenazah kembali ditemukan di wilayah Kabupaten Sukamara, masing-masing di perairan Kuala Jelai dan Sungai Bundung, Kecamatan Jelai. Keduanya kemudian dibawa melalui Sampit menuju Palangka Raya untuk proses evakuasi lanjutan.

Pada Senin, Basarnas menyiapkan helikopter HR-3604 untuk mendukung evakuasi dua korban dari pesisir Sukamara menuju Palangka Raya. Dari Palangka Raya, jenazah direncanakan diterbangkan menuju Banjarmasin untuk pemeriksaan dan identifikasi.

Penemuan tersebut menambah daftar korban KM Virgo yang ditemukan di Kalteng. Sebelumnya, hingga 26 September, Polres Sukamara mencatat tujuh jenazah telah ditemukan di wilayah pesisir kabupaten tersebut. Lingkar Kalteng mencatat identitas ketujuh jenazah belum dapat dipastikan hanya berdasarkan lokasi penemuan dan tetap menunggu proses identifikasi.

Kasi Humas Polres Sukamara Ipda Evri Ertanto sebelumnya menyebut tujuh jenazah tersebut ditemukan dalam beberapa tahap penyisiran pesisir. Empat di antaranya merupakan temuan tambahan pada 25–26 September.

Di lokasi utama kecelakaan, operasi penyelaman masih menghadapi kondisi bangkai kapal yang tidak stabil.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menjelaskan penyelam menghadapi perubahan kemiringan kapal yang dapat berubah sewaktu-waktu. Kondisi di dalam kapal juga membatasi durasi penyelaman.

Penyelam disebut hanya dapat bertahan sekitar 20 menit pada kedalaman sekitar 27 meter karena faktor gas density. Selain itu, kondisi kapal yang terus mengalami perubahan trim membuat keselamatan penyelam menjadi pertimbangan utama.

Meski demikian, operasi tetap dilanjutkan. Pada Senin, KN SAR Kamajaya bergerak menuju lokasi sekitar pukul 08.33 WITA. Dua tim penyelam kemudian dikerahkan sekitar pukul 09.27 WITA dan berhasil menemukan korban di bawah permukaan sebelum dievakuasi ke KRI Gusti Ngurah Rai.

Dari 243 orang dalam manifes, 64 masih belum ditemukan berdasarkan pembaruan data SAR pukul 16.43 WIB pada 28 September.

Berita Terkait