DAHSYATNYA PENGARUH IKLAN E-COMMERCE

OPINI : Oleh  SOGIANTO FAKTAKALIMANTAN.CO.ID - Laju pesat perkembangan internet kini kian menggurita dan menjalar dalam setiap sendi kehidupan manu

Puskesmas Tumbang Miri Sosialisasi Pemberian ASI Eksklusif
Pasien Positif Covid-19 di Kalteng Meninggal Dunia
Dinsos Kalteng Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

OPINI : Oleh  SOGIANTO

FAKTAKALIMANTAN.CO.ID – Laju pesat perkembangan internet kini kian menggurita dan menjalar dalam setiap sendi kehidupan manusia. Tak hanya dalam aktivitas pendidikan, pemerintahan, pelayanan publik dan sosial, internet juga telah merambah aktivitas ekonomi. Ia bahkan sudah meluas dalam urusan jual beli, produksi transaksi, distribusi hingga promosi. Aktivitas ekonomi ini masuk dalam satu genggaman berbasis elektronika yang sering disebut E- commerce. Salah satu bawaan dari dunia E- commerce adalah promosi dan periklanan yang kini terus berkembang dengan pesat dan cepat.
Para produsen, agen promosi hingga pelaku perniagaan elektronik kini belomba mengemas sebuah media periklanan yang memiliki daya pikat dan ketertarikan yang mampu membius alam persepsi dan kesadaran masyarakat. Bahkan perlahan namun pasti, dunia periklanan di jagat maya ini mampu menciptakan sebuah kebutuhan dan gaya hidup tersendiri seperti layaknya iklan kecantikan dan perawatan kulit di layar televisi. Pergerakan kegiatan periklanan di media sosial seperti You tube, Instagram hingga Facebook ini pengaruhnya bahkan lebih massif dan dahsyat melebihi daya pikat iklan di majalah, tabloid, radio hingga televisi. Upaya menggaet minat konsumen di media sosial seperti Youtube dan Tik Tok dan sebagainya ternyata sangat kuat membius cara berifikir konsumen. Sehingga yang tadinya sifatnya tidak urgen dan penting, kini meningkat menjadi kebutuhan tersendiri.
Lihat saja bagaimana kaum perempuan yang setia bertahan menonton tutorial make up bahkan informasi perkembangan produk produk kecantikan tebaru di media sosial. Lihat juga bagimana mereka, kalangan penggila belanja tak sabar menunggu lonceng notifikasi dari aplikasi jual beli on line berbunyi ,menghujani ponselnya dengan tawaran produk baru dan deretan diskon menarik di dalamnya. Lihat pula mereka para petualang dan traveller rela menonton tayangan yang begitu lama dan membosankan untuk melihat ulasan lokasi favorit yang akan dikunjunginya. Lihat pula mereka kalangan milenial yang tak bisa menahan jemarinya untuk menelusuri film film baru, tend fashion terupdate hingga kafe unik nan keren untuk segera diserbu.
Bisa dilihat bagaimana iklan yang bertebaran di media sosial memiliki tempat tersendiri di hati dan benak masyarakat masa kini. Selain mengarahkan pihak konsumen ke produk impiannya, ternyata iklan mampu menancapkan efek psikologis dan presepsi yang sangat kuat hingga ,mendorongnya menjadi sebuah gaya hidup tersendiri. Kuatnya dorongan ini, membuat mereka yang sebelumnya tak sedikitpun menoleh dan menengok produk dan jasa tertentu, kini menjadi sedikit iseng mengulik dan membuka ulasan produk tertentu. Gencarnya iklan ini semakin meluas bahkan membuat sebuah budaya ‘gatal berjamaah’ untuk sedikit meluangkan waktu menonton iklan tertentu.
Tak disadari dunia periklanan e-comerce menjadi magnet dan juga menjadi satu komponen penentu agar produk dan jasa laris manis dibeli. Semakin membesar hingga menjadikan sebuah industri dan ladang usaha tersendiri bagi pemikir kreatif sekaligus pelaku media periklanan professional.
Sementara di sisi masyarakat, mereka kini dituntut untuk memiliki rem kendali, agar tidak terlalu termakan dan menjadi korban iklan dengan latah membeli tanpa melihat unsur kebutuhan yang mendesak di dalamnya. Yah jika masyarakat ingin tetap menjaga keseimbangan pendapatan dan pengeluarannya, tentunya tidak semua produk itu wajib dibeli dan dimiliki walau bius kuat media iklan sudah kadung merasuk di kepala. (SOGIANTO)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: