Kawal Kasus Oknum Dosen Cabul

faktakalimantan.co.id - PALANGKA RAYA - Upaya Universitas Palangka Raya (UPR) dalam mengawal terhadap kasus asusila yang dilakukan salah seorang o

Kalteng Resmi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla
Beri Semangat Tim Medis, Ketua PKK Kalteng Bagikan Nasi dan Makanan Ringan
Berharap Peran Kaum Hawa di Gumas Meningkat

faktakalimantan.co.id – PALANGKA RAYA – Upaya Universitas Palangka Raya (UPR) dalam mengawal terhadap kasus asusila yang dilakukan salah seorang oknum dosen di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berinisial PS mulai dari proses awal sampai dengan saat ini mendapat dukungan dan apresiasi dengan sejumlah kalangan.

Seperti yang disampaikan Kepala Pusat Penelitian Gender dan Perlindungan Anak LPPM UPR, Dr. Firlianty, S.Pi, M.S bahwa pihaknya memberikan apresiasi terhadap pimpinan UPR yang melakukan pengawalan terhadap kasus tersebut.

“Kita berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada unsur pimpinan UPR, jadi tidak ada pembiaran terhadap kasus ini. Pertemuan ini merupakan salah satu bentuk upaya UPR dalam bersih-bersih kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus,” kata Firlianty usai menghadiri rapat koordinasi, Jumat (24/7/2020) di kantor Rektorat UPR siang tadi.

Berkenaan dengan adanya surat edaran Rektor terkait dengan proses atau tata cara konsultasi. Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan unsur pimpinan UPR maupun dengan pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berkenaan hal tersebut.

“Ada aturan yang nanti mengatur tentang tata cara konsultasi, misalnya seperti konsultasi tidak dilakukan di rumah, atau di ruangan tertutup. ini dimaksudkan agar tidak terjadi lagi hal yang sama, atau tidak memunculkan predator-predator seksual yang ada di lingkungan UPR,” katanya menambahkan.

Tidak itu saja, usulan atau rekomendasi pemberhentian terhadap oknum dosen yang disampaikan oleh pihak UPR ke kementrian pendidikan dan kebudayaan republik indonesia (Kemendikbud RI). juga mendapat dukungan dari kalangan mahasiswa seperti yang disampaikan oleh Presiden Mahasiswa, Efapras Meihaga mengatakan, pihaknya juga akan turut melakukan pengawalan terhadap kasus tersebut.

“Pasti kita akan terus melakukan pengawalan terhadap kasus ini, dengan harapan apa yang sudah diusulkan dapat tercapai. ini akan menjadi efek jera bagi oknum-oknum tertentu,” ujar Efapras.

Pihaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, dengan maksud agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi di kemudian harinya di lingkungan kampus UPR. pihkanya juga mengharap agar pelaksanan konsultasi tidak dilakukan secara tertutup, tapi dilakukan di ruang terbuka.

“ini agar kelak menghindari terjadinya perbuatan-perbuatan seksual,” tutupnya. (al)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: