Cegah Covid-19, Salat Tarawih Berjamaah di Rumah Ibadah Bakal Ditiadakan

faktakalimantan.co.id – KUALA KURUN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunung Mas beserta Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid

Harus Bersikap Kooperatif Saat Melintas di Posko Covid-19
Belasan Wartawan Gunung Mas Jalani Tes Urine
Manfaatkan Lahan Dengan Menanam Jagung Hibrida

FOTO : Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gunung Mas, H. Anang Rusli.

faktakalimantan.co.id – KUALA KURUN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunung Mas beserta Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Pemerintah Daerah dan Polres Gunung Mas keluarkan imbauan terkait panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijiriah selama wabah Covid-19, Selasa (21/4/2020).

Kepala Kemenag Gunung Mas, H. Anang Rusli menuturkan, terdapat 14 poin panduan khusus yang telah disepakati lima lembaga tersebut. Pertama mewajibkan ibadah puasa sesuai ketentuan fiqih ibadah. Kedua tidak diperkenankan menggelar kegiatan sahur on the road atau buka puasa bersama. Ketiga salat tarawih dilaksanakan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah.

“Keempat, Tadarus Alquran dilaksanakan di rumah masing-masing. Kelima, peniadaan kegiatan buka puasa bersama oleh pemerintah, lembaga swasta, masjid maupun musala. Poin keenam, tiadakan peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tabligh akbar dengan menghadirkan penceramah atau massa dalam jumlah banyak,” sebutnya.

Sedangkan pada poin ketujuh, diimbau agar umat muslim tidak melaksanakan itikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan baik di masjid maupun musala. Delapan, peniadaan salat Idul Fitri berjamaah baik di masjid maupun lapangan terbuka. Untuk itu diharapkan tertibnya fatwa MUI hingga menjelang waktunya.

“Poin sembilan, agar tidak melakukan salat tarawih dan takbiran keliling serta pesantren kilat, kecuali melalui media sosial atau video call. Pada poin 10, panitia pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah diminta meminimalkan kontak fisik saat proses serah terima zakat serta selalu lengkapi diri dengan masker, sarung tangan hingga alat pembersih sekali pakai lainnya,” ujar Anang Rusli.

Dirinya berharap, imbauan tersebut dapat dijalankan masyarakat dengan arif dan bijaksana. Sebab lahirnya panduan tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah guna mencegah potensi penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Gunung Mas.

“Seyogianya seluruh komponen masyarakat turut berperan menjaga kondusifitas kehidupan beragama agar tetap mengedepankan Ukuwah Islamiyah, Wathaniyah dan Ukuwah Basyariah. Salah satu wujudnya, yaitu dengan memperhatikan instruksi pemerintah pusat maupun daerah terkait pencegahan dan penanganan Covid-19,” pungkasnya. (agg/hms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!