Ibu Hamil Wajib Periksa Kesehatan

faktakalimantan.co.id - SAMPIT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat ibu hamil sejak 2017 sebanyak 8.344, 2018 se

Rumah Ibadah Mulai Dibuka Kembali
Disnakertrans Kotim Diimbau Buka Posko Pengaduan THR
Diharapkan Anggaran Tahun Jamak Bisa Mencapai Target

ORIENTASI : Kadis Dinkes Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto (dua dari kiri) saat memberikan orientasi kepada petugas kesehatan, Jumat (13/3/2020).

faktakalimantan.co.id – SAMPIT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat ibu hamil sejak 2017 sebanyak 8.344, 2018 sebanyak 8.861 dan 2019 lalu ada sebanyak 9.177 orang. Jika dilihat dari angka tersebut, setiap tahunnya mengalami kenaikan yang signifikan. Oleh sebab itu, diharapkan kepada ibu hamil agar bisa memeriksakan diri pada saat hamil. Selain itu pula, kepada petugas kesehatan agar bisa meningkatkan pelayanan ibu hamil (bumil), ibu nifas dan bayi lahir.

Kepala Dinkes Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto mengatakan, saat ini diadakan yang namanya pelaksanaan ANC (alternal care) atau pelayanan bumil harus sesuai standar. Hal ini dilakukan agar bumil yang bermasalah dapat ditemukan lebih awal dan terkait penangannya bisa dilakukan lebih awal dan cepat.

“Saya minta para dokter dan bidan harus menggunakan informed consent untuk setiap tindakan. Pelayanan neonatus harus lebih baik lagi, terutama sekali pemeriksaan hemoglobin untuk mencegah anemia dan pendarahan nanitnya,” jelasnya, Kamis (12/3/2020).

Menurutnya, deteksi risiko tinggi harus lebih baik lagi, terutama terkait dengan jumlah anak, usia bumil dan geografis. Hal ini dilakukan agar bumil lebih awal ditangani.

“Puskesmas harus melakukan pemeriksaan hemoglobin. Bagi bumil yg dirujuk ke rumah sakit, masih difasilitasi Jampersal, baik dari rujukan maupun rumah singgah,” katanya.

Tambah Faisal, saat ini yakni virus korona atau Covid-19 agar berharap petugas kesehatan bisa menggalakkan promosi dan pencegahan. Kuncinya cuci tangan pakai sabun. Apalagi Kotim ini masuk daerah rawan Covid-19, sehingga perlu perhatian dan kewaspadaan semua pihak. Masker hanya untuk penderita batuk dan pilek saja.

“Jadi terkait virus korona ini bukan melalui udara penyebarannya,” ucapnya.

Ungkap dia, bahwa saat ini virus korona yang sedang menjadi perhatian semua pihak diharapkan kepada bumil agar tidak panik apalagi ketakutan yang berlebihan.

“Yang penting jalani hidup dengan cara yang sehat dan makan makanan yang sehat dan bergizi. Saya harap bumil bisa mengecek kondisi tubuhnya ke faskes terdekat atau puskesmas yang berada di daerahnya masing-masing,” pungkasnya. (sog/agg)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!