Pamsimas III, Targetkan Sungai Bersih dari Sampah dan BAB

faktakalimantan.co.id - BUNTOK - Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Dinas Pekerjaa

Masyarakat Barsel Diminta Bijak Tanggapi Isu Corona
Tertunda Dua Tahun, 61 Orang Jamaah Haji Asal Barsel Diberangkatkan
PPAS APBD Barsel Tahun 2020 Ditetapkan Senilai Rp.1.173 Triliun

FOTO : Pemkab Barsel melalui Bappeda dan DPUPR, mengadakan sosialisasi Pamsimas III di Aula Bappeda Barsel, Senin (14/10/2019)

faktakalimantan.co.id – BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sosialisasikan Program Penyedian Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III Tahun 2020.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Barsel , Senin(14/10/2019), tersebut menargetkan agar di tahun 2020 mendatang masyarakat Barsel tidak lagi melakukan buang air besar (BAB) dan membuang sampah kesungai.

“Seperti harapan pemerintah daerah, masyarakat di pinggir sungai bisa menikmati air bersih dengan tidak ada lagi yang membuang sampah dan buang air besar di sungai,” terang Kepala Bappeda Barsel, Edi Purwanto, kepada awak media di sela kegiatan.

Kegiatan sosialisasi Pamsimas III yang dibuka langsung oleh Edi Purwanto dan dihadiri Ketua Komisi III DPRD Barsel H Jainal, kepala SOPD, Camat, Kades yang akan melaksanakan program Pamsimas III dan undangan lainya itu, mengemukakan isu betapa pentingnya pelayanan air bersih dan sanitasi lingkungan kepada masyarakat.

“Sosialisasi ini menyampaikan bahwa air minum dan sanitasi merupakan layanan dasar yang harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan masyarakat. Tidak memadainya sarana dan prasarana air minum dan sanitasi akan berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan masyarakat dan lingkungan,” jelas Edi didampingi Kabid Infrastruktur, Edi Haryadi.

Lebih lanjut, diterangkan secara rinci oleh Edi, kegiatan Pamsimas di Barsel sendiri, sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 dengan melibatkan puluhan Desa se-Barsel untuk melaksanakan pembangunan fisik.

“Untuk tahun 2017 ada 13 desa yang sudah melaksanakan program fisik, 2018 ada 15 desa, kemudian ditahun 2019 ada 13 desa, sedangkan untuk tahun 2020 hari ini kita lakukan sosialisasi untuk membuka peluang 26  desa untuk memberikan proposal kegiatan,” rincinya.

Edi Purwanto yang juga merupakan Wakil ketua Pokja AMPL, berharap agar program tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama penyediaan air minum dan sanitasi lingkungan yang baik dan layak. (Petu)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!