Penghasilan Masyarakat Bergatung Kondisi Cuaca

faktakalimantan.co.id - KASONGAN – Kehidupan masyarakat di  daerah pemilihan (dapil) Katingan II, khususnya di Kecamatan Tasik Payawan dan Kamipan

 Berbagai Lomba Meriahkan Peringatan Hari Kartini
Berada Diurutan Ke-11 Untuk Proses Vaksinisasi, Pemda Katingan Gelar Rapat
Dewan Apresiasi Terbentuknya FKPP – KKPA

TERGANTUNG CUACA : Anggota DPRD Katingan, Aldy (kanan) mengatakan jika penghasilan masyarakat di Kecamatan Tasik Payawan dan Kamipang tidak menentu jika kondisi cuaca tidak menentu.

faktakalimantan.co.id – KASONGAN – Kehidupan masyarakat di  daerah pemilihan (dapil) Katingan II, khususnya di Kecamatan Tasik Payawan dan Kamipang sebagian besar berharap dari hasil pertanian dan perikanan. Jika kondisi cuaca yang tidak menentu, sangat mempengaruhi penghasilan mereka sehari-hari.

Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Aldy mencontohkan, seperti warga yang berprofesi sebagai nelayan. Ketika musim kemarau, maka hasil perikanan mereka akan banyak.

“Namun ketika curah hujan terlalu banyak dan debit air meninggi, masyarakat tidak bisa memperoleh ikan dalam jumlah banyak dan ini tentunya berpengaruh terhadap penghasilan warga sehari-hari,” katanya, baru-baru ini.

Apalagi, jika air DAS Katingan sampai meluap ke permukaan hingga menenggelamkan ruas jalan. Biasanya, ikan akan masuk ke sungai-sungai kecil. Jika tidak memerolehnya ikan di musim penghujan, secara otomastis pula masyarakat di dua kecamatan khususnya nelayan tidak mendapatkan uang.

“Kami berharap, hal seperti ini bisa menjadi perhatian kita bersama termasuk pemerintah daerah,” imbuhnya.

Adapun beberapa jenis ikan darat dan ikan sungai yang sering ditangkap oleh para nelayan saat musim kemarau, antara lain baung, kapar, gabus, papuyu dan lainnya.

“Jenis ikan tersebut, biasanya yang sering dikonsumsi oleh sebagaian besar masyarakat Katingan dan dibeli pula oleh para pedagang dari luar daerah. Seperti Banjarmasin, Sampit dan Kota Palangka Raya,” katanya.

Menurut Aldy, khusus untuk sistem penjualan hasil tangkapan ikan yang dilakukan oleh para nelayan di dua kecamatan tersebut, satu-satunya hanya kepada para tengkulak. Harganya pun, dinilai masih sangat murah.

Alasan mereka tidak menjualnya langsung ke Pasar Kereng Pangi maupun Kasongan, lantaran biaya angkutan dari Kecamatan Tasik Payawan dan Kamipang terlalu besar.

“Sehingga mereka menjual ikan hasil tangkapannya cukup kepada para tengkulak yang datang ke kecamatan tersebut,” tuturnya. (tri)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!