Keluarga Korban Dugaan Penembakan Mengadu Ke DPRD Kotim

FAKTAKALIMANTAN.CO.ID,SAMPIT- Akhirnya pihak keluarga korban penembakan yang terjadi disalah satu perkebunan kelapa sawit di Kotawarigin Timur baru-ba

Ibu Hamil Wajib Periksa Kesehatan
Seluruh Praksi Di DPRD Kotim Sepakat Raperda, Ini Jawaban Pemkab
Pertanyakan Bantuan Sosial Pemerintah

FAKTAKALIMANTAN.CO.ID,SAMPIT- Akhirnya pihak keluarga korban penembakan yang terjadi disalah satu perkebunan kelapa sawit di Kotawarigin Timur baru-baru ini mendatangi kantor DPRAD Kotim pada Selasa (17/9/2019) sore lalu. Pihak tidak kurang dari 10 orang anggota keluarga korban tersebut meminta dipertemukan dengan Ketua DPRD Kotim Sementara yakni Rimbun ST.

Pihak keluarga ini berasal dari Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang bermaksud untuk menindaklanjuti permasalahan penembakan yang mengakibatkan salah satu anggota keluarganya teeas. Kasus ini sendiri ditenggarai permasalahan pencurian Buah Kelapa Sawit milik perusahaan PT Sinar Mas, dimana seorang tersangka pencuri kelapa sawit berinisial K, tewas ditembak lantaran disebut menyerang polisi dan melukai anggota satuan pengamanan (satpam) perusahaan di Jalan Jenderal Sudirman Km 98 Desa Biru Maju, Kecamatan Telawang.

”Kemaren saya sendiri yang menjamu mereka untuk mendengarkan keluh kesahnya terkait persoalan ini, terutama dalam hal ini saya menjadi mediator untuk berkomunikasi dengan pihak perusahaan terkait tanggung jawab perusahaan atas meninggalnya korban yang bersangkutan tersebut,”Ungkap Rimbun Rabu (18/9).

Rimbun juga menjelaskan pihaknya sudah memanggil pihak perusahaan untuk berhadapan secara langsung dengan anggota keluarga korban penembakan tersebut, sehingga nantinya ada titik temu dan kasus ini tidak berbuntut panjang ditengah masyarakat.

“Dari hasil mediasi kemaren memang belum ada keputusan, karena masih menunggu keputusan dari pihak perushaan. Dan rencana sore ini akan ada lanjutan pertmeuan mudah-mudahan ada hasil atau kesimpulan dari masing-masing pihak atas permasalahan ini,” Tutupnya.(So)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!