Bupati Instruksikan Kepsek Ambil Kebijakan

PULANG PISAU - Dalam menyikapi kabut asap yang semakin pekat melanda Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) sejak sepekan terakhir ini, Kepala Dinas Pend

Gubenur Kunjungi Stand PEDA KTNA Pulpis
Cegah Stunting dengan Penjaringan Anak Sekolah
Pemkab Harus Respon Terhadap Situs Batu Basaluh 

PANTAU TITIK API : Bupati H Edy Pratowo bersama Kapolres AKBP Siswo Yuwono BPM sedang memantau titik api Karhutla melalui drone di kawasan Kompleks Perkantoran setempat, Sabtu (14/9/2019).

PULANG PISAU – Dalam menyikapi kabut asap yang semakin pekat melanda Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) sejak sepekan terakhir ini, Kepala Dinas Pendidikan, Hj Aminah menginstruksikan kepada seluruh sekolah mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP agar mengambil kebijakan, dengan menyesuaikan keadaan di sekolahnya masing-masing, tidak harus menunggu perintah dari Dinas Pendidikan.

Dia menjelaskan, edaran perihal untuk mengambil kebijakan terkait menyikapi kabut asap yang semakin pekat itu sudah disampaikan melalui Grup WA yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah mulai PAU, TK, SD dan SMP yang berada di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

“Jika kabut asap itu sudah sangat mengganggu jalannya proses belajar mengajar di sekolah, Kepsek harus mengambil kebijakan untuk meliburkan, tanpa harus menunggu perintah dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejak sepekan ini kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin pekat menyelimuti sebagaian besar wilayah. Selain mengganggu aktivitas belajar mengajar juga mengganggu aktivitas masyarakat lainnya dan berdampak kurang baik bagi kesehatan.

Berbagai upaya pencegahan dilakukan melalui Tim Terpadu Posko Karhutla Pulang Pisau. Sementara dari Dinas Kesetanan dan pihak-pihak lain pun terus membagikan masker untuk mengantisipasi terpaparnya penyakit ISPA.

Terpisah, Bupati Edy Pratowo mengaku telah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan setempat untuk mengambil kebijakan. “Jika situasinya tidak mendukung untuk aktifvitas belajar mengajar, sekolah bisa meliburkan atau kalau masih bisa belajar, sekolah bisa menggeser jam belajar. Fleksibel saja,” tandasnya. (hrs)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!