Capaian PIS-PK di Kotim Masih Rendah

faktakalimantan.co.id - SAMPIT - Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kabupaten Kotawaringin Timur masih belum optimal d

Musim Hujan Awas Limbah Perusahaan Meluber
Ajak Anggota Dewan Terpilih Aktif Bersuara
Peserta Didik Harus Siap Hadapi Tahun Ajaran Baru

 KEBERSAMAAN : Kepala Dinas Kesehatan Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto (duduk tengah) foto bersama jajarannya pada kegiatan PIS-PK.

faktakalimantan.co.id – SAMPIT – Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kabupaten Kotawaringin Timur masih belum optimal dijalankan. Masalah ini menjadi perhatian bersama, terutama bagi petugas kesehatan sampai ke desa. Jangan sampai program yang dicanangkan pemerintah ini stagnan atau berjalan di tempat. Sehingga target yang sudah ditentukan tetap rendah, dan pemetaan masalah kesehatan pun tak optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto mengatakan, capaian PIS-PK ini masih rendah.

“Saya berharap petugas kesehatan di desa/kelurahan harus melakukan upaya optimal untuk mendukung program kesehatan, terutama PIS-PK ini. karena merupakan prioritas nasional untuk memotret kondisi kesehatan masyarakat,” kata dokter Faisal, belum lama ini.

Selain itu, kadinkes minta kepada petugas kesehatan harus memberikan informasi yang benar terkait kondisi pasien yang dirawat. Harus dilakukan suatu tindakan, dan harus dilakukan dalam informes consent (persetujuan tindakan). Petugas juga harus bisa menjaga hubungan baik dengan lintas sektor, tokoh masyarakat, agama, dan pemuda agar dukungan mereka menjadi optimal untuk menangani masalah kesehatan nantinya.

Dokter Faisal minta, agar petugas kesehatan mengoptimalkan penurunan angka kematian ibu dan bayi dengan memfasilitasi persalinan di fasilitas kesehatan yang sudah disiapkan pemerintah. Hal ini harus menjadi perhatian petugas kesehatan yang berada di desa maupun kelurahan.

“Setiap persalinan, baik yang ditanggung BPJS/JKN ataupun tidak, tidak dipungut biaya. Karena telah ditanggung melalui program Jampersal. Diharapkan tidak ada lagi persalinan di luar fasilitas kesehatan, dengan harapan tidak ada lagi angka kematian ibu dan bayi dan angka tersebut diharapkan menurun setiap tahunnya,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, kadinkes mengharapkan agar semua fasilitas kesehatan dan petugasnya bertanggung jawab dengan tugas dan kewajibannya.

“Kebersamaan, kerja keras dan tanggung jawab pada pekerjaan itu penting sekali dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi kita ini adalah pelayan masyarakat yang memang menjadi pelayan sebaik-baiknya. Berikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya di setiap lokasi kerja masing-masing,” pintanya. (sog)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!