Resmi Ditutup, Ratusan Karyawan PT. ThuG PHK Massal

faktakalimantan.co.id - BUNTOK - Tutup total, PT. Thu Green Energi (ThuGE), yang beroperasi di Wilayah Desa Penda Asem dan Pararapak, Kecamatan Du

Bentuk Kepedulian Terhadap Pendidikan PT. MUTU Serahkan Beasiswa
Hari Terakhir Kunjungan, DPRD Nilai Pelaksanaan Multi Years Belum Maksimal
Abdi Negara Harus Beri Layanan Profesional

FOTO : Karyawan dan pihak managemen PT. Thu Green Energi saat melakukan mediasi di lokasi proyek konstruksi di Desa Penda Asem, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan, Selasa (9/7/2019) lalu.

faktakalimantan.co.id – BUNTOK – Tutup total, PT. Thu Green Energi (ThuGE), yang beroperasi di Wilayah Desa Penda Asem dan Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap seluruh karyawannya.

Diinformasikan oleh Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Barsel, Agus In’yulius, ST, MT, kepada awak media, di kantornya, Senin (12/8/2019) bahwa pemecatan terhadap 713 karyawannya tersebut, lantaran perusahaan yang bergerak dalam pengolahan briket arang itu tidak lagi beroperasi.

Berdasarkan surat yang disampaikan oleh pihak managemen PT. ThuGE kepada Disnakertrans Barsel, dengan Nomor : 002/THU/SKM/VII/2019, tertanggal 22 Juli 2019, disebutkan bahwa berhentinya seluruh operasional di projek konstruksi PT. ThuGE, disebabkan status kepemilikan saham atas perusahaan yang beroperasi sejak tahun 2018 tersebut telah berubah (take over).

“Benar, informasi yang kami terima adalah karena terjadi take over kepemilikan saham perusahaan, makanya sementara operasional tidak bisa dilanjutkan sehingga berdampak pada PHK seluruh karyawannya di proyek di Barsel,” terang Agus.

Hingga saat ini, pihak perusahaan dalam hal melakukan PHK sudah memenuhi kewajiban mereka untuk membayarkan seluruh gaji terakhir karyawan serta tunjangan-tunjangan lainnya.

“Saat melakukan PHK, pihak perusahaan sudah memenuhi kewajiban mereka, gaji terakhir dan tunjangan-tunjangan lainnya sudah dibayar sesuai aturan yang berlaku,” bebernya.

Lebih lanjut, dijelaskan Agus, PHK yang dilakukan oleh PT.ThuGE terhadap 636 karyawan lokal, 24 tenaga kerja asing (TKA) dan 53 orang staffnya tersebut, dilakukan secara bertahap yakni sejak 9 Juli 2019 sampai dengan 22 Juli 2019 lalu.

“Bertahap, PHK dilakukan bertahap, sampai dengan informasi terkahir 22 Juli lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, HRD PT.ThuGE, Tito, membenarkan bahwa PHK yang dilakukan oleh pihaknya merupakan perintah management pusat, dikarenakan adanya take over kepemilikan saham perusahaan.

“Ini semua (PHK) memang perintah management mas, karena adanya take over kepemilikan saham perusahaan kepada yang baru,” jelasnya membenarkan informasi yang disampaikan oleh pihak Disnakertrans Barsel. (petu)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!